Beranda/Kanker/Kanker Lambung

Kanker Pencernaan

Kanker Lambung

Kanker lambung awal sering tanpa gejala atau menyerupai dispepsia. Keluhan menetap dengan berat turun, cepat kenyang, muntah, sulit menelan, anemia, atau perdarahan perlu endoskopi atas dengan biopsi; penanda tumor tidak dapat menggantikan biopsi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Lambung

Mengapa perjalanannya butuh puluhan tahun

Sebagian besar kanker lambung tipe umum berkembang lewat rangkaian bertahap yang dikenal sebagai kaskade Correa: infeksi H. pylori kronis memicu peradangan lambung yang terus-menerus, lalu berkembang menjadi atrofi (penipisan lapisan lambung), kemudian metaplasia intestinal (sel lambung berubah menyerupai sel usus), displasia, dan akhirnya kanker. Bakteri H. pylori mempercepat proses ini lewat racun CagA dan VacA yang mengaktifkan jalur sinyal sel (Wnt/beta-catenin) yang seharusnya diam, mendorong sel lambung membelah dan berubah bentuk secara tidak normal.

Setiap tahap kaskade ini meningkatkan risiko secara bertahap: penderita gastritis atrofi dan metaplasia intestinal memiliki risiko kanker lambung hingga sekitar 90 kali lipat dibanding orang tanpa perubahan tersebut. Karena prosesnya berlangsung selama puluhan tahun, mengobati infeksi H. pylori sejak dini sebelum muncul atrofi dan metaplasia jauh lebih efektif mencegah kanker dibanding mengobatinya setelah perubahan sel sudah lanjut — tetapi begitu metaplasia sudah terbentuk, eradikasi bakteri saja tidak lagi membalikkan perubahan tersebut.

Risiko dan gejala

H. pylori, gastritis atrofi, merokok, makanan tinggi garam, riwayat keluarga, operasi lambung, dan sindrom genetik tertentu meningkatkan risiko. Nyeri atau tidak nyaman, kembung, mual, nafsu turun, cepat kenyang, BAB hitam, muntah, berat turun, kuning, atau cairan perut dapat terjadi.

Perdarahan atau sumbatan lambung adalah daruratKe IGD bila muntah darah atau seperti bubuk kopi, BAB hitam dengan lemah atau pingsan, muntah terus hingga tidak bisa minum, perut sangat nyeri atau kaku, sesak, atau demam saat neutropenia.

Diagnosis dan biomarker

Endoskopi memetakan lesi dan mengambil beberapa biopsi. EUS, CT atau PET-CT, dan laparoskopi dengan bilasan peritoneum membantu stadium. Patologi membedakan adenokarsinoma, limfoma, GIST, dan tipe lain. HER2, PD-L1, MSI atau MMR, CLDN18.2, dan NTRK dapat memengaruhi terapi.

Terapi

Kanker sangat dini tertentu dapat direseksi endoskopik. Penyakit yang dapat dioperasi biasanya memerlukan gastrektomi sebagian atau total dengan kelenjar dan kemoterapi sebelum atau sesudah. Stadium lanjut memakai kemoterapi, terapi target, imunoterapi, atau kombinasi berdasarkan biomarker dan kondisi.

Nutrisi dan tindak lanjut

Ahli gizi membantu porsi kecil sering, protein, vitamin B12, zat besi, kalsium, dan gejala dumping setelah gastrektomi. Berat dan massa otot dipantau sejak diagnosis. H. pylori perlu ditangani sesuai indikasi, tetapi eradikasi tidak mengobati kanker yang sudah ada.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute — diagnosis, NCI — treatment, PMC — chronic atrophic gastritis to gastric cancer. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.