Beranda/Kanker/Kanker Esofagus (Kanker Kerongkongan)

Kanker Pencernaan

Kanker Esofagus (Kanker Kerongkongan)

Kanker esofagus paling sering berupa adenokarsinoma atau karsinoma sel skuamosa. Sulit menelan yang makin progresif—mula-mula makanan padat lalu cair—dan berat badan turun perlu endoskopi; refluks biasa tidak dapat memastikan atau menyingkirkan kanker.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Esofagus (Kanker Kerongkongan)

Dua jalur berbeda menuju kanker yang sama

Adenokarsinoma esofagus biasanya berawal dari refluks asam lambung kronis yang berulang kali merusak lapisan bawah kerongkongan, memaksa sel skuamosa normal berubah menjadi sel mirip usus yang lebih tahan asam — kondisi ini disebut Barrett esofagus. Perubahan ini kemudian dapat berlanjut secara bertahap dari sel normal menjadi displasia ringan, displasia berat, lalu kanker invasif, sebuah proses yang disebut sekuens metaplasia-displasia-karsinoma yang berlangsung bertahun-tahun.

Sebaliknya, karsinoma sel skuamosa esofagus umumnya tidak berkaitan dengan refluks, melainkan dipicu paparan berulang zat yang mengiritasi langsung lapisan sel skuamosa, terutama dari rokok dan alkohol. Tren dua tipe ini pun berlawanan arah: di negara Barat termasuk Amerika Serikat, kasus adenokarsinoma terus meningkat sekitar 5-8% per tahun selama beberapa dekade terakhir seiring meningkatnya obesitas dan refluks kronis, sementara kasus karsinoma sel skuamosa justru menurun.

Gejala dan faktor risiko

Nyeri saat menelan, makanan terasa tersangkut, nyeri belakang tulang dada, regurgitasi, batuk atau suara serak, muntah darah, dan anemia dapat terjadi. Barrett akibat refluks, obesitas, merokok, alkohol, minuman sangat panas, akalasia, dan usia meningkatkan risiko dengan pola berbeda menurut tipe.

Sumbatan dan perdarahan adalah daruratKe IGD bila tidak bisa menelan ludah, makanan tersangkut disertai sesak, muntah darah, BAB hitam, pingsan, nyeri dada hebat, aspirasi, atau tanda dehidrasi. Sulit menelan progresif perlu pemeriksaan cepat meski masih dapat makan.

Diagnosis dan stadium

Endoskopi atas melihat lesi dan mengambil biopsi. Patologi menentukan tipe serta biomarker. EUS menilai kedalaman dan kelenjar; CT atau PET-CT dan kadang bronkoskopi atau laparoskopi menilai penyebaran. Stadium, lokasi, nutrisi, paru, jantung, dan kemampuan operasi menentukan rencana.

Terapi

Lesi sangat dini dapat direseksi endoskopik. Penyakit lokal sering memerlukan esofagektomi dengan kemoterapi atau kemoradiasi sebelum atau sesudahnya; sebagian ditangani kemoradiasi definitif. Penyakit lanjut dapat memakai kemoterapi, terapi target, atau imunoterapi berdasarkan tipe dan biomarker.

Nutrisi dan gejala

Ahli gizi menilai kalori, protein, dan risiko aspirasi sejak awal. Makanan lunak, suplemen, stent, dilatasi, radioterapi, atau selang makan dapat membantu pada situasi tertentu. Jangan memaksa makanan yang tersangkut atau menunda penilaian karena takut memakai selang.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute — diagnosis, NCI — treatment, StatPearls — Esophageal Cancer. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.