Beranda/Kanker/Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Kanker Darah

Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Limfoma adalah kelompok kanker yang bermula pada limfosit, bukan sekadar setiap kelenjar yang membesar. Hodgkin dan puluhan subtipe non-Hodgkin dapat tumbuh lambat atau sangat agresif; diagnosis jaringan yang tepat menentukan terapi dan prognosis.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Mengapa Hodgkin dan non-Hodgkin dianggap berbeda

Pembeda utama antara limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin bukan gejala atau lokasi, melainkan satu jenis sel yang hanya terlihat di bawah mikroskop: sel Reed-Sternberg. Sel raksasa berinti banyak ini, yang tampilannya sering digambarkan menyerupai "mata burung hantu", ditemukan pada limfoma Hodgkin dan biasanya dikelilingi oleh banyak sel radang di jaringan biopsi. Bila sel ini tidak ditemukan, limfoma digolongkan non-Hodgkin, sebuah kelompok yang jauh lebih besar dan beragam mencakup puluhan subtipe limfosit yang berbeda perilakunya.

Klasifikasi ini bukan sekadar istilah teknis karena menentukan jalur terapi yang sama sekali berbeda: limfoma Hodgkin klasik, yang mencakup sekitar 95% seluruh kasus Hodgkin, memiliki pola usia dua puncak (dewasa muda dan usia 45-50 tahun) serta umumnya sangat responsif terhadap kemoterapi standar dengan tingkat kesembuhan tinggi, sedangkan limfoma non-Hodgkin jauh lebih sering ditemukan secara keseluruhan tetapi prognosisnya sangat bergantung pada subtipe spesifik yang hanya dapat dipastikan lewat biopsi jaringan utuh, bukan aspirasi jarum halus.

Gejala dan pembanding

Kelenjar tidak nyeri yang menetap, demam tanpa sebab, keringat malam membasahi pakaian, berat turun, gatal, lelah, batuk, sesak, atau perut penuh dapat terjadi. Infeksi, autoimun, obat, dan kanker lain lebih sering juga menyebabkan kelenjar, sehingga ukuran saja tidak mendiagnosis limfoma.

Tekanan jalan napas atau sumsum adalah daruratKe IGD bila kelenjar atau massa menyebabkan sesak, wajah atau leher membengkak, sulit menelan, pingsan, kelemahan kaki, sulit kencing, perdarahan, atau demam 38°C atau lebih saat neutropenia atau sesuai instruksi tim.

Biopsi menentukan subtipe

Darah lengkap dan LDH memberi konteks tetapi tidak memastikan. Biopsi eksisi atau core yang cukup memungkinkan arsitektur, imunohistokimia, flow cytometry, dan genetika; aspirasi jarum halus saja sering tidak memadai. PET-CT atau CT, tes infeksi, dan kadang sumsum menentukan stadium dan risiko.

Terapi sangat bervariasi

Sebagian limfoma indolen tanpa gejala dipantau. Pilihan lain mencakup antibodi dengan kemoterapi, terapi target, radioterapi, imunoterapi, CAR-T, bispecific antibody, dan transplantasi. Hodgkin sering dapat disembuhkan; prognosis non-Hodgkin bergantung penuh pada subtipe dan respons.

Kesuburan dan efek lanjut

Sebelum terapi, diskusikan penyimpanan sperma, sel telur, atau embrio bila relevan. Vaksin, pencegahan infeksi, jantung, paru, tiroid, tulang, dan kanker kedua dipantau berdasarkan obat dan radiasi. Jangan minum steroid sebelum biopsi kecuali darurat karena dapat mengubah hasil jaringan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, NCI — non-Hodgkin lymphoma, Mayo Clinic — Hodgkin vs non-Hodgkin. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.