Beranda/Kanker/Kanker Darah

Kanker Darah

Kanker Darah

Kanker darah bukan satu penyakit. Leukemia bermula di jaringan pembentuk darah, limfoma pada limfosit dan sistem limfe, sedangkan multiple myeloma berasal dari sel plasma. Setiap kelompok memiliki banyak subtipe dengan kecepatan, tes, dan terapi yang sangat berbeda.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Darah

Mengapa tiga jenis kanker darah berbeda

"Kanker darah" sebenarnya menaungi tiga kelompok penyakit yang berasal dari sel berbeda dan berperilaku berbeda pula. Leukemia dimulai dari sel darah putih yang belum matang di sumsum tulang, yang bermutasi lalu terus membelah tanpa berhenti dan tumpah ke aliran darah sehingga mendesak keluar sel darah sehat, menjelaskan mengapa penderita mudah lelah, infeksi, dan mudah memar. Limfoma berasal dari limfosit yang bermutasi dan berkembang biak di dalam kelenjar getah bening serta sistem limfe, sehingga gejala utamanya berupa pembengkakan kelenjar getah bening, bukan kelainan darah tepi. Multiple myeloma berbeda lagi: kanker ini berasal dari sel plasma yang tinggal dan berkembang biak di dalam sumsum tulang tanpa banyak masuk ke aliran darah, tetapi memproduksi protein abnormal dalam jumlah besar yang merusak tulang dan ginjal.

Perbedaan asal sel inilah yang menjelaskan mengapa ketiganya memerlukan pendekatan diagnosis dan terapi yang sangat berbeda meski sama-sama disebut "kanker darah": leukemia sering dipantau lewat darah lengkap, limfoma lewat biopsi kelenjar getah bening, dan myeloma lewat protein darah/urine serta pencitraan tulang.

Gejala tidak spesifik

Lelah dan pucat akibat anemia, mudah infeksi, demam, memar atau perdarahan, kelenjar membesar, keringat malam, berat turun, nyeri tulang, sesak, atau perut penuh dapat terjadi. Gejala ini lebih sering disebabkan kondisi lain; darah lengkap abnormal juga tidak otomatis berarti kanker.

Demam saat neutropenia adalah daruratKe IGD bila pasien kanker atau kemoterapi demam 38°C atau lebih sesuai instruksi tim, sesak, perdarahan tidak berhenti, bintik merah menyebar, sakit kepala mendadak, bingung, kelemahan, nyeri dada, urine sangat sedikit, atau nyeri tulang belakang dengan kebas atau lumpuh.

Diagnosis tepat menentukan terapi

Darah lengkap dan apusan menilai jenis sel, tetapi diagnosis dapat memerlukan flow cytometry, biopsi sumsum tulang atau kelenjar, protein darah dan urine, sitogenetik, tes molekuler, serta CT, PET, atau MRI. Patologi menentukan subtipe dan biomarker; stadium tidak sama untuk semua kanker darah.

Pilihan terapi

Sebagian penyakit lambat hanya dipantau. Pilihan lain meliputi kemoterapi, terapi target, antibodi, imunoterapi, radioterapi, steroid, dan transplantasi sel punca. Terapi disesuaikan dengan subtipe, perubahan gen, usia biologis, organ, infeksi, tujuan pasien, dan respons; satu regimen tidak berlaku untuk semua.

Perawatan suportif

Transfusi, antibiotik atau antivirus, pencegahan lisis tumor, vaksin tertentu, nutrisi, fertilitas, dan kesehatan mental merupakan bagian terapi. Pasien neutropenia perlu rencana demam; hindari jamu atau suplemen tanpa diperiksa karena interaksi dan risiko perdarahan atau hati.

Mencari bantuan di IndonesiaPerawatan biasanya dikoordinasikan hematologi-onkologi. Mintalah salinan patologi, hasil flow cytometry atau molekuler, stadium atau kategori risiko, rencana terapi, dan nomor yang harus dihubungi bila demam.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, NCI — cancer types, Blood Cancer United — leukemia vs lymphoma. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.