Beranda/Kanker/Kanker Rongga Hidung dan Sinus Paranasal

Kanker Kepala dan Leher

Kanker Rongga Hidung dan Sinus Paranasal

Istilah kanker hidung mencakup kanker rongga hidung, vestibulum, dan sinus paranasal dengan beberapa tipe sel. Gejala menyerupai sinusitis, tetapi keluhan menetap terutama hanya di satu sisi, mimisan, benjolan, baal, atau gangguan mata perlu evaluasi THT.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Rongga Hidung dan Sinus Paranasal

Mengapa terkait erat dengan pekerjaan tertentu

Kanker rongga hidung dan sinus paranasal sangat langka, dengan insiden sekitar 1 kasus per 100.000 orang per tahun di kebanyakan negara maju, tetapi kanker ini termasuk salah satu yang paling jelas kaitannya dengan paparan di tempat kerja. Debu kayu keras yang terhirup selama bertahun-tahun oleh tukang kayu dan pekerja penggergajian dapat memicu perubahan sel penghasil lendir di rongga hidung menjadi adenokarsinoma, sebuah hubungan yang begitu kuat sehingga debu kayu diklasifikasikan sebagai penyebab kanker yang pasti oleh badan penelitian kanker internasional.

Pada pekerja yang terpapar nikel dan kromium, misalnya di industri pemurnian logam dan penyamakan kulit, jenis kanker yang lebih sering muncul adalah karsinoma sel skuamosa, menunjukkan bahwa jenis paparan menentukan jenis sel kanker yang terbentuk. Karena masa laten antara paparan dan munculnya kanker bisa mencapai puluhan tahun, riwayat pekerjaan masa lalu tetap penting ditanyakan meski seseorang sudah lama pensiun dari pekerjaan berisiko tersebut.

Gejala dan risiko

Sumbatan satu sisi, darah atau cairan hidung, penciuman turun, nyeri atau bengkak wajah, gigi atas goyang, sakit kepala, benjolan leher, mata menonjol atau ganda dapat terjadi. Paparan debu kayu, kulit, tekstil, nikel, dan bahan kerja tertentu meningkatkan sebagian risiko.

Gangguan mata, saraf, atau perdarahan berat adalah daruratKe IGD bila penglihatan mendadak turun atau ganda, mata menonjol cepat, kelemahan wajah, kebingungan, sakit kepala hebat, mimisan tidak berhenti setelah penekanan yang benar, sesak, atau muntah banyak darah.

Diagnosis

Endoskopi hidung melihat area dan mengambil biopsi; patologi membedakan karsinoma skuamosa, adenokarsinoma, melanoma mukosa, esthesioneuroblastoma, limfoma, dan lainnya. CT menilai tulang, MRI jaringan lunak dan dasar tengkorak, sedangkan PET-CT atau tes lain menilai penyebaran.

Terapi

Lokasi, tipe, stadium, mata, saraf, dasar tengkorak, dan kemungkinan margin menentukan operasi endoskopik atau terbuka, radioterapi, dan kemoterapi. Tim ideal melibatkan THT-onkologi, bedah dasar tengkorak, radiasi, onkologi, mata, gigi, rekonstruksi, serta rehabilitasi.

Setelah terapi

Irigasi hidung, perawatan kerak, gigi, mata, pendengaran, penciuman, bicara, menelan, dan nutrisi perlu tindak lanjut. Kekeringan dan perubahan wajah atau fungsi dapat bertahan. Pemantauan jangka panjang penting karena kekambuhan dan kanker kepala-leher kedua mungkin terjadi.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, Occupational Cancer Research Centre — sinonasal cancer. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.