Beranda/Kanker/Kanker Anus

Kanker

Kanker Anus

Kanker anus terbentuk pada jaringan kanal anus atau kulit perianal; tipe tersering adalah karsinoma sel skuamosa dan infeksi HPV merupakan faktor risiko utama. Perdarahan atau benjolan sering disangka wasir, sehingga gejala menetap tetap perlu diperiksa.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kanker Anus

Mengapa HPV menjadi penyebab utama

Sekitar 90-91% kanker anus disebabkan oleh infeksi HPV risiko tinggi yang menetap, dengan HPV tipe 16 sendiri ditemukan pada sekitar 80% kasus. Mekanismenya serupa dengan kanker serviks: virus yang menetap di sel skuamosa kanal anus melumpuhkan protein p53 dan Rb yang seharusnya mencegah sel rusak membelah, sehingga sel-sel di area tersebut perlahan berubah dari sel normal menjadi lesi prakanker dan akhirnya kanker invasif selama bertahun-tahun.

Kanker ini termasuk jarang, dengan insiden sekitar 1-2,5 kasus per 100.000 orang di banyak negara maju, tetapi angkanya terus meningkat sekitar 2% per tahun, terutama pada perempuan. Karena gejala awal seperti perdarahan atau benjolan sangat mirip wasir, banyak kasus tertunda diagnosisnya karena dianggap keluhan wasir biasa, padahal dua kondisi ini memerlukan pemeriksaan dan penanganan yang sangat berbeda.

Gejala dan risiko

Darah dari anus, nyeri, gatal, rasa penuh, benjolan, cairan, perubahan bentuk BAB, sulit menahan tinja, atau kelenjar selangkangan membesar dapat terjadi. HPV, merokok, imunitas lemah, HIV, riwayat kanker terkait HPV, dan usia meningkatkan risiko, tetapi siapa pun dapat terkena.

Perdarahan berat atau sumbatan memerlukan IGDKe IGD bila perdarahan banyak, pingsan, sangat lemah, nyeri tak tertahankan, demam dengan imunitas lemah, perut membesar dan tidak bisa BAB atau buang angin, atau tidak dapat menahan cairan.

Diagnosis

Dokter melakukan inspeksi, pemeriksaan colok dubur, anoskopi atau proktoskopi, dan biopsi untuk memastikan jenis kanker. MRI atau CT, PET-CT, USG endoanal, dan pemeriksaan kelenjar membantu menentukan ukuran, keterlibatan sfingter, kelenjar, serta penyebaran.

Terapi

Sebagian besar kanker kanal anus stadium lokal ditangani kemoradiasi untuk mempertahankan sfingter. Lesi kecil tertentu pada kulit perianal dapat diangkat. Operasi besar dipertimbangkan bila respons tidak lengkap atau kanker kembali; penyakit menyebar menggunakan terapi sistemik dan perawatan gejala.

Pencegahan dan tindak lanjut

Vaksin HPV mencegah infeksi penyebab banyak kanker dan paling efektif sebelum paparan, tetapi dapat bermanfaat sesuai batas usia program. Berhenti merokok, seks lebih aman, dan terapi HIV membantu menurunkan risiko. Setelah terapi, pemeriksaan berkala penting karena respons dapat terus berkembang beberapa bulan.

Mencari bantuan di IndonesiaEvaluasi dapat dimulai di dokter umum atau puskesmas, lalu dirujuk ke bedah digestif, gastroenterologi, patologi, radiologi, dan onkologi. Diagnosis kanker harus berdasarkan biopsi, bukan hanya tampilan atau penanda darah.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, NCI — overview, CDC — cancers linked with HPV. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.