Beranda/Kanker/Kolangiokarsinoma (Kanker Saluran Empedu)

Kanker

Kolangiokarsinoma (Kanker Saluran Empedu)

Kolangiokarsinoma adalah kanker langka pada saluran yang membawa empedu. Lokasinya dapat di dalam hati, di hilus tempat saluran keluar hati, atau di bagian distal dekat usus; lokasi dan penyebaran menentukan operasi serta terapi lain.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kolangiokarsinoma (Kanker Saluran Empedu)

Mengapa peradangan kronis memicu kanker ini

Kolangiokarsinoma berkembang dari sel yang melapisi saluran empedu setelah mengalami peradangan berkepanjangan yang memicu sel-sel tersebut membelah dan memperbaiki diri berulang kali, sampai akhirnya muncul perubahan genetik yang membuatnya tumbuh tak terkendali. Ini menjelaskan mengapa kondisi yang menyebabkan iritasi kronis saluran empedu menjadi faktor risiko utama: pada primary sclerosing cholangitis, risiko seumur hidup terkena kolangiokarsinoma mencapai 10-20%, jauh di atas populasi umum.

Di sebagian Asia Tenggara termasuk area dengan kebiasaan makan ikan air tawar mentah atau kurang matang, infeksi cacing hati (Opisthorchis viverrini dan Clonorchis sinensis) yang menetap bertahun-tahun di saluran empedu dapat meningkatkan risiko kolangiokarsinoma hingga 100 kali lipat di beberapa wilayah Thailand, karena zat yang dikeluarkan cacing terus-menerus merusak dan merangsang sel saluran empedu. Kanker ini termasuk langka, menyumbang sekitar 3% dari seluruh kanker saluran cerna, tetapi insidennya jauh lebih tinggi di kawasan dengan infeksi cacing hati endemik dibanding negara Barat.

Gejala dan risiko

Kulit atau mata kuning, urine gelap, tinja pucat, gatal, nyeri perut, demam, mual, dan berat turun dapat terjadi. Primary sclerosing cholangitis, kista saluran empedu, batu atau infeksi saluran empedu tertentu, penyakit hati kronis, dan usia meningkatkan risiko, tetapi banyak pasien tanpa faktor jelas.

Kuning dengan demam dapat berarti infeksiKe IGD bila kuning disertai demam-menggigil, nyeri perut kanan atas, kebingungan, tekanan darah turun, muntah terus, atau sulit dibangunkan. Hubungi tim segera bila stent ada dan gejala sumbatan kembali.

Diagnosis

Tes hati, USG, CT, MRI/MRCP, dan kadang ERCP atau endoscopic ultrasound menilai sumbatan dan penyebaran. Biopsi atau sitologi membantu memastikan diagnosis, tetapi urutan pengambilan jaringan perlu direncanakan tim karena dapat memengaruhi pilihan operasi atau transplantasi tertentu.

Terapi

Operasi lengkap memberi peluang sembuh terbaik bila tumor dapat diangkat. Jenis operasi berbeda menurut lokasi dan dapat melibatkan saluran empedu, hati, pankreas, atau kelenjar getah bening. Kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, atau terapi target dipilih berdasarkan stadium, kondisi, dan profil molekuler tumor.

Mengatasi sumbatan

Stent atau drainase empedu dapat meredakan kuning, gatal, dan infeksi tetapi dapat tersumbat atau terinfeksi. Perawatan nyeri, nutrisi, paliatif, dan dukungan psikologis diberikan sejak awal sesuai kebutuhan. Pendapat tim hepatobilier berpengalaman penting karena penyakit ini langka.

Mencari bantuan di IndonesiaMinta rujukan multidisiplin hepatobilier-onkologi dan simpan hasil pencitraan, patologi, serta tes molekuler. Tanyakan cakupan JKN untuk stent, operasi, terapi sistemik, dan perawatan paliatif.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada National Cancer Institute, NCI — terapi, PMC — mechanisms linking risk factors to cholangiocarcinoma. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.