Beranda/Infeksi/Infeksi Bakteri Penghasil ESBL

Infeksi dan Resistansi Antibiotik

Infeksi Bakteri Penghasil ESBL

ESBL adalah enzim yang dibuat sebagian Enterobacterales seperti E. coli dan Klebsiella sehingga banyak penisilin dan sefalosporin tidak bekerja. Seseorang dapat hanya terkolonisasi tanpa sakit atau mengalami ISK, infeksi perut, pneumonia, maupun infeksi darah.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Infeksi Bakteri Penghasil ESBL

Mengapa satu enzim bisa melumpuhkan begitu banyak antibiotik

Bakteri penghasil ESBL memproduksi enzim yang secara spesifik memotong cincin beta-laktam, struktur kimia inti yang menjadi dasar kerja penisilin dan banyak sefalosporin. Begitu cincin ini dipotong, antibiotik kehilangan bentuk yang diperlukan untuk mengikat dan menghambat target bakterinya, sehingga menjadi tidak berdaya meski dosisnya ditingkatkan — bukan karena bakterinya menjadi lebih ganas, melainkan karena senjata kimia yang digunakan untuk melawannya sudah dilucuti sebelum sempat bekerja.

Yang membuat resistansi ini menyebar cepat adalah lokasi gen penghasil enzim ini, yang sering berada pada plasmid — potongan DNA kecil yang dapat berpindah bebas antar bakteri, bahkan antar spesies berbeda, tanpa memerlukan reproduksi. Inilah mengapa gen ESBL dapat menyebar dari satu bakteri usus ke bakteri lain hanya lewat kontak langsung, dan mengapa penggunaan antibiotik beta-laktam yang berlebihan justru menyeleksi dan memperbanyak bakteri pembawa plasmid resisten ini, mempercepat penyebarannya di rumah sakit maupun komunitas.

Resistansi bukan berarti lebih ganas

Bakteri ESBL tidak selalu menyebabkan gejala lebih berat, tetapi pilihan antibiotik lebih sempit dan terapi awal bisa tidak efektif. Risiko meningkat setelah antibiotik atau rawat inap, alat kemih, penyakit berat, perjalanan tertentu, dan kontak layanan kesehatan, tetapi kasus komunitas juga terjadi.

Infeksi ESBL dapat menjadi sepsisKe IGD bila demam atau infeksi disertai bingung, sesak, menggigil hebat, tekanan darah turun, nyeri pinggang dengan muntah, urine sangat sedikit, atau kondisi memburuk meski sudah minum antibiotik.

Kultur menentukan terapi

Sampel dari lokasi infeksi dikultur dan diuji kepekaannya. Temuan pada urine tanpa gejala sering tidak perlu diobati kecuali situasi khusus seperti kehamilan atau prosedur urologi tertentu. Terapi dipilih menurut lokasi, keparahan, ginjal, alergi, dan hasil laboratorium.

Antibiotik terarah

Infeksi berat dapat memerlukan karbapenem intravena, tetapi beberapa infeksi ringan memiliki pilihan oral bila terbukti sensitif. Menggunakan antibiotik terlalu luas tanpa perlu meningkatkan risiko resistansi lebih lanjut termasuk CRE. Jangan menggunakan obat sisa atau mengobati hasil kultur saja.

Cegah penyebaran

Cuci tangan setelah toilet dan sebelum makan, bersihkan permukaan, rawat kateter sesuai arahan, dan beri tahu fasilitas tentang riwayat ESBL saat sakit. Di rumah, peralatan makan biasa tidak perlu dipisahkan setelah dicuci; fokus pada kebersihan tangan dan toilet.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, PMC — extended-spectrum beta-lactamases in Gram negative bacteria. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.