Beranda/Saraf dan Otak/Aneurisma Serebral

Otak & Saraf

Aneurisma Serebral

Aneurisma serebral adalah area lemah pada arteri otak yang menonjol dan terisi darah. Bila pecah, darah dapat masuk ke ruang di sekitar otak dan menyebabkan stroke hemoragik yang mengancam nyawa.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Aneurisma Serebral

Mengapa dinding pembuluh darah bisa menggembung seperti balon

Aneurisma terbentuk pada titik lemah dinding arteri, paling sering di percabangan pembuluh darah dasar otak (lingkaran Willis) tempat tekanan aliran darah paling besar membebani dinding pembuluh. Seiring waktu, tekanan berulang ini dapat membuat lapisan otot dinding arteri yang melemah menggembung keluar seperti balon kecil berisi darah—diperkirakan dialami 1-5% orang dewasa, sebagian besar tanpa pernah menimbulkan masalah seumur hidup.

Bila pecah, darah yang biasanya mengalir dalam pembuluh tertutup tiba-tiba menyembur ke ruang di sekitar otak (ruang subaraknoid), memicu lonjakan tekanan dalam tengkorak yang menjelaskan mengapa gejalanya begitu mendadak dan hebat—sakit kepala 'thunderclap' yang mencapai puncak dalam hitungan detik, bukan berkembang bertahap seperti sakit kepala biasa. Konsekuensinya sangat serius: angka kematian dan kecacatan gabungan pada perdarahan subaraknoid akibat aneurisma pecah melebihi 50%, dengan sebagian pasien meninggal bahkan sebelum sempat mendapat pertolongan medis—inilah mengapa mengenali pola sakit kepala mendadak terhebat sepanjang hidup sebagai tanda bahaya, bukan migrain berat biasa, bisa menjadi penentu hidup-mati.

Gejala sebelum pecah

Sebagian besar tidak bergejala. Aneurisma yang besar atau menekan saraf dapat menyebabkan nyeri di belakang mata, perubahan penglihatan, pupil melebar, baal atau kelemahan satu sisi wajah, dan kadang kejang.

Setiap menit pentingSakit kepala mendadak terhebat, pingsan, kejang baru, kelemahan satu sisi, bicara pelo, atau penurunan kesadaran membutuhkan layanan darurat segera—jangan menunggu nyeri membaik.

Saat pecah

Sakit kepala mendadak yang sangat hebat adalah gejala klasik. Mual, muntah, kaku leher, sensitif cahaya, penglihatan ganda, kejang, bingung, atau kehilangan kesadaran dapat menyertai.

Diagnosis

CT kepala mencari perdarahan; CT angiografi, MR angiografi, atau angiografi kateter memetakan aneurisma. Bila CT awal tidak menunjukkan darah tetapi kecurigaan tinggi, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan.

Pemantauan atau tindakan

Aneurisma kecil dengan risiko rendah dapat dipantau sambil mengontrol tekanan darah dan berhenti merokok. Clipping atau tindakan endovaskular dipertimbangkan berdasarkan ukuran, lokasi, pertumbuhan, usia, kesehatan, dan riwayat keluarga.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NINDS, Cerebral Aneurysm (StatPearls), Epidemiology of aneurysmal subarachnoid hemorrhage (PubMed). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.