Beranda/Gigi dan Mulut/Gusi Berdarah

Gigi dan Mulut

Gusi Berdarah

Gusi yang berulang kali berdarah saat menyikat atau makan paling sering menandakan radang akibat plak, bukan alasan untuk berhenti membersihkan gigi. Namun perdarahan spontan atau luas dapat berkaitan dengan obat dan gangguan tubuh lain.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Gusi Berdarah

Mengapa gusi berdarah bukan alasan untuk berhenti membersihkan

Gusi yang sehat memiliki pembuluh darah kecil yang terlindungi baik oleh jaringan gusi yang kuat. Ketika plak bakteri menumpuk di garis gusi, sistem imun merespons dengan peradangan yang justru melemahkan dan membuat pembuluh darah kecil ini lebih rapuh serta mudah pecah — inilah mengapa gusi yang meradang berdarah bahkan dengan sentuhan ringan seperti sikat gigi atau benang gigi, sementara gusi sehat tidak akan berdarah meski dibersihkan dengan tekanan yang sama.

Paradoksnya, banyak orang berhenti membersihkan sela gigi karena berdarah, padahal justru penumpukan plak yang dibiarkan itulah yang mempertahankan peradangan dan membuat pembuluh darah tetap rapuh — menghentikan pembersihan membiarkan siklus ini berlanjut. Begitu plak dibersihkan secara konsisten dan peradangan mereda, pembuluh darah gusi kembali kuat dan berdarah menjadi jauh berkurang dalam beberapa hari hingga minggu, menjelaskan mengapa perdarahan yang justru meningkat saat mulai rutin membersihkan sela gigi bersifat sementara dan merupakan tanda perbaikan, bukan kerusakan.

Penyebab umum

Gingivitis membuat gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah; bila dibiarkan dapat berkembang menjadi periodontitis dengan kehilangan tulang dan gigi goyang. Menyikat terlalu keras, alat baru, kehamilan, diabetes, merokok, mulut kering, dan obat tertentu dapat memengaruhi gusi.

Perdarahan yang tidak berhenti perlu pertolonganCari bantuan segera bila darah mengalir terus meski ditekan, disertai pusing atau lemas, memar luas, mimisan berulang, bintik merah-ungu, demam, wajah membengkak, atau sulit menelan dan bernapas.

Perawatan harian

Sikat lembut dengan pasta berfluorida dua kali sehari dan bersihkan sela setiap hari. Perdarahan awal saat memulai pembersihan sela dapat membaik ketika radang berkurang. Ludahkan pasta tanpa langsung berkumur dan jangan menempelkan obat atau bahan keras pada gusi.

Pemeriksaan dokter gigi

Dokter menilai plak, karang, kantong gusi, gigi goyang, dan dapat melakukan rontgen. Pembersihan profesional, scaling dan root planing, atau terapi periodontal dipilih sesuai tahap. Antibiotik bukan terapi rutin untuk plak tanpa infeksi menyebar.

Penyebab di luar gusi

Beri tahu tentang aspirin, antikoagulan, kelainan darah, penyakit hati, dan mudah memar. Jangan menghentikan pengencer darah sendiri. Bila kebersihan baik tetapi perdarahan menetap, dokter dapat menilai hitung darah atau gangguan pembekuan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, StatPearls — Gingivitis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.