Gejala dan penyebab
Kelelahan, lemah, berat badan turun, mual, sakit perut, tekanan rendah, pusing saat berdiri, mengidam garam dan kulit atau bekas luka menggelap khas insufisiensi primer. Autoimun paling umum di banyak negara; tuberkulosis, infeksi, perdarahan adrenal, kanker dan kelainan genetik juga mungkin. Pada insufisiensi sekunder, aldosteron umumnya tetap terjaga dan pigmentasi tidak khas.
Diagnosis
Kortisol pagi yang rendah dinilai bersama ACTH; tes stimulasi ACTH menguji cadangan adrenal. Natrium, kalium, glukosa, renin dan aldosteron membantu menentukan tipe, sedangkan antibodi 21-hydroxylase, CT atau tes infeksi mencari sebab. Steroid yang sedang atau baru dihentikan dapat mengubah hasil, sehingga semua obat harus diberitahukan.
Penggantian hormon
Hydrocortisone atau glucocorticoid lain mengganti kortisol dalam jadwal meniru ritme tubuh. Addison primer biasanya juga membutuhkan fludrocortisone untuk aldosteron, dengan pemantauan tekanan, elektrolit, bengkak dan renin. Dosis berlebih jangka panjang menyebabkan berat naik, diabetes dan tulang rapuh; dosis kurang menyebabkan lelah dan risiko krisis.
Sick-day rules
Saat demam, infeksi, cedera, operasi atau stres fisik berat, dosis glucocorticoid perlu dinaikkan sesuai rencana tertulis. Pasien sebaiknya membawa kartu atau gelang medis, obat cadangan dan suntikan hydrocortisone darurat; keluarga perlu tahu cara memakainya. Jika muntah membuat tablet tidak bertahan, suntikan dan pertolongan darurat diperlukan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — adrenal insufficiency and Addison’s disease, Endocrine Society — primary adrenal insufficiency guideline. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



