Mengapa napas jadi sangat cepat dan dalam saat darah terlalu asam
Ketika terlalu banyak asam menumpuk di darah (asidosis metabolik), tubuh punya satu cara cepat untuk mengurangi keasaman: membuang lebih banyak karbon dioksida lewat paru-paru, karena karbon dioksida yang terlarut dalam darah juga bersifat asam. Inilah sebabnya otak segera memerintahkan pernapasan menjadi jauh lebih cepat dan dalam—pola yang dikenal sebagai pernapasan Kussmaul—dalam waktu 12 hingga 24 jam sejak asam mulai menumpuk, sebagai usaha darurat tubuh mengembalikan keseimbangan pH sebelum ginjal sempat memperbaikinya lewat jalur yang jauh lebih lambat.
Pola pernapasan cepat dan dalam ini justru menjadi salah satu tanda paling dikenali dari ketoasidosis diabetes dan penyebab asidosis metabolik berat lainnya, dan sering disalahartikan sebagai sesak napas biasa padahal sebenarnya adalah tanda tubuh sedang berusaha keras menyelamatkan diri. Karena mekanisme kompensasi lewat paru ini terbatas, terlalu asam pada asidosis metabolik berat tetap dapat menekan kesadaran dan mengancam nyawa meski napas sudah bekerja maksimal—menjelaskan mengapa napas sangat cepat, dalam, atau berbau seperti buah pada seseorang dengan diabetes harus dianggap kegawatdaruratan, bukan ditunggu membaik sendiri.
Penyebab utama
Asidosis metabolik dapat terjadi pada ketoasidosis diabetes, syok atau sepsis dengan asam laktat tinggi, gagal ginjal, keracunan tertentu, atau diare berat. Asidosis respiratorik dapat disebabkan COPD berat, penekanan napas oleh opioid atau obat penenang, gangguan saraf-otot, cedera dada, obesitas hipoventilasi, atau sumbatan napas.
Gejala
Napas cepat dan dalam, mual, muntah, nyeri perut, lemah, sakit kepala, kantuk, kebingungan, atau bau napas seperti buah dapat terjadi pada sebagian penyebab metabolik. Respiratorik lebih sering menimbulkan sakit kepala, mengantuk, bingung, dan napas lambat atau dangkal. Gejala tidak cukup untuk menentukan tipe.
Pemeriksaan
Gas darah mengukur pH, karbon dioksida, dan bikarbonat. Elektrolit, anion gap, gula, keton, laktat, fungsi ginjal, toksikologi, serta pemeriksaan paru atau infeksi membantu mencari penyebab. Angka yang sama dapat berasal dari mekanisme berbeda, sehingga hasil harus ditafsirkan bersama kondisi klinis.
Pengobatan
Prioritasnya memperbaiki penyebab dan napas atau sirkulasi: insulin dan cairan terukur untuk ketoasidosis, antibiotik dan resusitasi untuk sepsis, antidot pada keracunan tertentu, dukungan ventilasi untuk kegagalan napas, atau dialisis pada indikasi tertentu. Bikarbonat hanya digunakan pada situasi terpilih dan dapat berbahaya bila diberikan sembarangan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada MedlinePlus, StatPearls — Anion Gap and Non-Anion Gap Metabolic Acidosis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



