Beranda/Hormon dan Metabolisme/Akromegali dan Growth Hormone

Hormon

Akromegali dan Growth Hormone

Akromegali terjadi ketika tubuh orang dewasa menghasilkan growth hormone (GH) berlebihan dalam waktu lama. Penyebabnya paling sering adenoma hipofisis yang umumnya jinak, tetapi dampak hormon pada jantung, gula darah, pernapasan, dan sendi dapat serius.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Akromegali dan Growth Hormone

Mengapa diagnosis akromegali rata-rata baru ditegakkan 7-8 tahun setelah gejala mulai

Growth hormone yang diproduksi berlebihan oleh tumor hipofisis (lebih dari 95% kasus) tidak langsung bekerja pada tulang dan jaringan tubuh—hormon ini merangsang hati untuk memproduksi IGF-1 (insulin-like growth factor 1), dan IGF-1 inilah yang sebenarnya mendorong pertumbuhan tulang, tulang rawan, dan jaringan lunak di seluruh tubuh secara terus-menerus selama kadar GH tetap tinggi. Karena proses ini berlangsung sangat perlahan selama bertahun-tahun, perubahan bentuk wajah, tangan, dan kaki nyaris tidak terlihat dari hari ke hari oleh orang yang mengalaminya maupun orang di sekitarnya, sehingga rata-rata baru terdiagnosis 7 hingga 8 tahun setelah perubahan sebenarnya dimulai.

Keterlambatan ini bukan karena penyakitnya langka luar biasa (prevalensinya sekitar 40-70 kasus per juta orang), melainkan karena gejalanya sering disalahartikan sebagai bagian dari penuaan biasa atau perubahan gaya hidup, seperti pertambahan berat badan, dengkuran yang makin keras, atau sendi yang makin nyeri. Membandingkan foto wajah dari beberapa tahun berbeda atau menyadari sepatu maupun cincin yang tiba-tiba terasa sempit sering menjadi petunjuk paling jelas yang mendorong seseorang akhirnya memeriksakan diri, jauh sebelum dokter memikirkan kemungkinan tumor hipofisis.

Perubahan yang berkembang perlahan

Ukuran cincin atau sepatu dapat membesar, tangan dan kaki menebal, rahang atau dahi tampak lebih menonjol, jarak gigi melebar, suara menjadi berat, serta keringat bertambah. Sakit kepala, nyeri sendi, kesemutan tangan, gangguan penglihatan, mendengkur, dan gangguan menstruasi atau seksual juga dapat terjadi.

Tanda tekanan pada saraf mataCari pertolongan segera bila sakit kepala mendadak sangat hebat, penglihatan tiba-tiba kabur atau menyempit, kelopak mata turun, muntah berat, atau penurunan kesadaran.

Mengapa perlu didiagnosis

Tanpa pengendalian, risiko tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, sleep apnea, artritis, dan polip usus meningkat. Perubahan biasanya lambat sehingga membandingkan foto lama atau perubahan ukuran sepatu dapat membantu mengenalinya.

Tes yang digunakan

Pemeriksaan awal utama adalah kadar IGF-1 yang disesuaikan umur. Bila tinggi, tes toleransi glukosa dengan pengukuran GH dapat membantu konfirmasi. MRI hipofisis digunakan untuk mencari dan mengukur tumor; dokter juga menilai hormon lain serta komplikasi terkait.

Pengobatan dan pemantauan

Operasi melalui hidung sering menjadi terapi awal untuk tumor hipofisis yang dapat diangkat. Analog somatostatin, antagonis reseptor GH, atau agonis dopamin dapat digunakan sesuai respons; radioterapi dipertimbangkan pada kondisi tertentu. IGF-1, fungsi hipofisis, ukuran tumor, dan komplikasi perlu dipantau jangka panjang.

Mencari bantuan di IndonesiaPenanganan biasanya melibatkan spesialis endokrin, bedah saraf, radiologi, dan mata. Peserta JKN dapat memulai evaluasi melalui FKTP untuk rujukan, kecuali terjadi gejala gawat darurat.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK, Merck Manual Professional — Gigantism and Acromegaly. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.