Beranda/Infeksi/Demam Kelenjar (Mononukleosis)

Infeksi Virus

Demam Kelenjar (Mononukleosis)

Demam kelenjar atau infectious mononucleosis paling sering disebabkan Epstein-Barr virus. Keluhan utama adalah demam, sakit tenggorokan, kelenjar leher membesar, dan lelah; kebanyakan membaik dalam 2-4 minggu meski lelah dapat bertahan lebih lama.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Demam Kelenjar (Mononukleosis)

Mengapa disebut "penyakit ciuman" dan sel darah tampak tidak biasa

EBV menginfeksi limfosit B, dan begitu sel-sel ini terinfeksi, sistem imun mengerahkan pasukan besar sel T CD8 untuk mengejar dan menghancurkan sel B yang terinfeksi tersebut. Sel T yang diaktifkan secara besar-besaran inilah yang muncul di pemeriksaan darah sebagai "limfosit atipikal" — bukan sel abnormal atau tanda kanker, melainkan sel imun normal yang sedang bekerja sangat keras melawan infeksi. Karena virus menyebar terutama lewat air liur dalam jumlah tinggi selama fase akut, kontak dekat seperti ciuman atau berbagi alat makan menjadi jalur penularan utama, memberi penyakit ini julukan "penyakit ciuman".

Sebagian besar gejala yang dirasakan (demam, sakit tenggorokan, kelenjar bengkak) sebenarnya adalah efek samping dari respons imun besar-besaran ini, bukan kerusakan langsung oleh virus. Inilah mengapa jumlah dan tingkat aktivasi sel T CD8 dalam darah berkorelasi dengan seberapa berat gejala yang dirasakan — respons imun yang lebih kuat melawan virus juga berarti lebih banyak peradangan sistemik yang dirasakan sebagai gejala.

Penularan dan gejala

Virus terutama menyebar melalui saliva, misalnya ciuman atau berbagi gelas, alat makan, dan sikat gigi. Gejala dapat muncul perlahan 4-6 minggu setelah infeksi. Hati atau limpa dapat membesar, ruam dapat terjadi, dan sebagian infeksi tidak khas.

Nyeri perut kiri atas dapat menandakan limpa pecahKe IGD bila nyeri mendadak di perut kiri atas atau bahu kiri, pusing atau pingsan, sulit bernapas, sulit menelan air liur, dehidrasi, kuning berat, kebingungan, atau kelemahan ekstrem.

Diagnosis

Dokter sering mendiagnosis dari gejala dan pemeriksaan. Darah dapat menunjukkan limfosit atipikal, perubahan hati, atau antibodi EBV bila kasus tidak khas. Tes terlalu dini dapat negatif; penyebab lain seperti CMV, toksoplasma, HIV akut, hepatitis, atau infeksi tenggorokan perlu dipertimbangkan.

Perawatan

Istirahat, cairan, dan obat demam atau nyeri yang sesuai membantu. Antibiotik tidak mengobati EBV; ampisilin atau amoksisilin sering memicu ruam pada mononukleosis dan tidak boleh digunakan tanpa indikasi bakteri. Steroid bukan terapi rutin.

Aktivitas dan pemulihan

Hindari olahraga kontak, angkat berat, dan benturan sampai pulih serta diizinkan dokter karena limpa dapat membesar dan pecah. Kembali ke sekolah atau kerja mengikuti kondisi, kemampuan minum, demam, dan kebijakan setempat; lelah perlu dinaikkan aktivitasnya bertahap.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, PMC — infectious mononucleosis pathophysiology. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.