Beranda/Pencernaan dan Hati/Batu Empedu (Kolelitiasis)

Pencernaan

Batu Empedu (Kolelitiasis)

Batu empedu terbentuk di kandung empedu dan sering tidak menimbulkan gejala. Batu yang menyumbat saluran dapat menyebabkan nyeri hebat, peradangan kandung empedu, infeksi saluran empedu, atau pankreatitis.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Batu Empedu (Kolelitiasis)

Mengapa empedu bisa 'mengkristal' menjadi batu

Batu empedu sangat umum, memengaruhi sekitar 10-20% populasi di negara Barat, meski sekitar 80% orang dengan batu empedu tidak pernah merasakan gejala apa pun. Batu paling umum (jenis kolesterol) terbentuk ketika empedu—cairan yang seharusnya melarutkan kolesterol dalam bentuk cair—menjadi terlalu jenuh dengan kolesterol hingga melebihi kapasitas larutnya, sehingga kolesterol mulai mengkristal dan menggumpal menjadi batu, terutama bila kandung empedu juga mengosongkan isinya lebih lambat dari biasanya (stasis) yang memberi waktu lebih lama bagi kristal untuk tumbuh.

Inilah yang menjelaskan mengapa obesitas menjadi faktor risiko begitu signifikan—penelitian menunjukkan wanita dengan IMT di atas 45 memiliki risiko tujuh kali lipat lebih tinggi dibanding IMT di bawah 24, karena kadar kolesterol dalam empedu cenderung meningkat sejalan dengan kelebihan berat badan. Faktor risiko lain seperti kehamilan, jenis kelamin perempuan, usia di atas 40 tahun, dan resistensi insulin juga bekerja lewat jalur yang sama: mengubah komposisi kimia empedu sehingga lebih mudah membentuk kristal.

Batu tanpa gejala

Banyak batu ditemukan kebetulan dan tidak memerlukan terapi bila benar-benar tidak bergejala. Obat atau ‘pembersihan empedu’ tidak dianjurkan untuk meluruhkan batu secara mandiri.

Penyumbatan dapat seriusNyeri berlangsung beberapa jam, demam atau menggigil, kuning, urine seperti teh, tinja pucat, muntah terus, atau nyeri perut berat menjalar ke punggung membutuhkan pemeriksaan segera.

Serangan kandung empedu

Nyeri kuat dan menetap di perut kanan atas atau tengah dapat menjalar ke punggung atau bahu kanan, sering setelah makan dan berlangsung dari puluhan menit hingga beberapa jam. Mual atau muntah dapat menyertai.

Pemeriksaan

USG adalah pemeriksaan utama. Tes darah menilai peradangan serta fungsi hati dan pankreas; MRCP, CT, atau endoskopi tertentu digunakan bila dicurigai batu di saluran empedu atau komplikasi.

Pengobatan

Serangan berulang atau komplikasi biasanya ditangani dengan operasi pengangkatan kandung empedu, sering secara laparoskopi. Batu pada saluran empedu mungkin dikeluarkan melalui ERCP. Kandung empedu tidak wajib untuk pencernaan normal.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK, Recent advances in understanding and managing cholesterol gallstones (PMC), Gallstones in the Era of Metabolic Syndrome (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.