Mengapa autoimun terjadi
Kerentanan genetik berinteraksi dengan hormon dan pemicu lingkungan seperti infeksi tertentu, rokok, sinar ultraviolet atau obat pada penyakit tertentu. Sistem imun kehilangan toleransi terhadap bagian tubuh sendiri. Penyakit tidak menular dan bukan akibat pasien kurang menjaga pikiran, tetapi flare dapat dipengaruhi infeksi, stres fisik dan faktor spesifik masing-masing kondisi.
Gejala mengikuti organ
Radang sendi, ruam fotosensitif, mata atau mulut kering, kelemahan otot, diare, kesemutan, perubahan berat badan, haus-kencing berlebih atau keguguran berulang memiliki makna berbeda. Demam dan lelah saja tidak spesifik. Catatan waktu gejala, foto ruam, obat, riwayat keluarga dan pemeriksaan fisik membantu menentukan rujukan ke reumatologi atau spesialis organ.
Tidak ada satu tes universal
Tes darah dasar menilai anemia, radang, liver, ginjal dan urine, lalu antibodi dipilih berdasarkan dugaan penyakit. ANA dapat positif pada orang sehat, infeksi atau obat; hasil positif bukan diagnosis dan hasil negatif tidak menyingkirkan semua autoimun. Imaging, biopsy atau tes fungsi organ kadang diperlukan, dan mengulang panel luas tanpa indikasi dapat menghasilkan false positive.
Terapi dan hidup sehari-hari
Tujuan terapi adalah mengendalikan peradangan, mencegah kerusakan organ dan mempertahankan fungsi. Pilihan meliputi terapi lokal, antiinflamasi, corticosteroid sesingkat mungkin, disease-modifying drugs dan biologic. Sebelum imunosupresi, infeksi dan vaksinasi dinilai. Rencana kehamilan, kontrasepsi, risiko tulang serta pemeriksaan kanker perlu dibahas karena beberapa obat harus diganti jauh sebelum hamil.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIAID — autoimmune diseases, NIAMS — understanding autoimmune diseases. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



