Hati dan Pencernaan

Hepatitis E

Hepatitis E adalah radang hati oleh HEV yang terutama menyebar melalui air tercemar tinja. Kebanyakan kasus akut pulih sendiri, tetapi penyakit dapat sangat berat pada kehamilan dan menjadi kronis pada sebagian orang dengan imunitas ditekan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Hepatitis E

Penularan dan gejala

Risiko meningkat pada air dan sanitasi tidak aman; genotipe tertentu juga terkait daging babi, babi hutan, atau rusa yang kurang matang. Demam ringan, lelah, mual, nyeri perut, gatal, urine gelap, tinja pucat, dan kuning dapat muncul dua hingga sepuluh minggu setelah paparan.

Kehamilan berisiko tinggi

Infeksi terutama trimester kedua atau ketiga meningkatkan risiko gagal hati akut, kehilangan janin, dan kematian ibu. Ibu hamil dengan kuning atau dugaan paparan perlu dinilai segera, bukan hanya diberi obat mual dan dipulangkan tanpa tes hati.

Kuning pada ibu hamil perlu evaluasi segeraKe IGD bila hamil dan mengalami kuning, muntah terus, mengantuk atau bingung, perdarahan, nyeri perut, gerak janin berkurang, atau tidak mampu minum. Tanda gagal hati pada siapa pun juga merupakan darurat.

Tes dan perawatan

IgM anti-HEV dan pada situasi tertentu HEV RNA membantu konfirmasi karena gejalanya menyerupai hepatitis lain. Terapi akut terutama cairan, nutrisi, dan pemantauan. Hindari alkohol, jamu, serta obat yang berpotensi merusak hati tanpa arahan.

Pencegahan

Gunakan air aman, sanitasi baik, cuci tangan, dan masak daging serta jeroan sampai matang. Vaksin tersedia terbatas di beberapa negara dan dapat digunakan untuk respons wabah; ketersediaan serta rekomendasi lokal perlu ditanyakan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.