Hati dan Pencernaan

Gagal Hati

Gagal hati terjadi ketika hati tidak lagi mampu menjalankan fungsi penting seperti membuang racun dan membuat protein pembekuan. Bentuk akut dapat berkembang dalam hari atau minggu, sedangkan penyakit kronis dapat memburuk menjadi sirosis terdekompensasi.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Gagal Hati

Penyebab berbeda

Gagal hati akut dapat disebabkan overdosis parasetamol, reaksi obat atau jamu, hepatitis virus, autoimun, gangguan kehamilan, dan penyebab lain. Bentuk kronis sering mengikuti hepatitis B atau C, alkohol, penyakit hati berlemak metabolik, autoimun, atau sumbatan empedu.

Tanda fungsi hati menurun

Kulit dan mata kuning, urine gelap, perut membesar, kaki bengkak, mudah berdarah, gatal, lemah, berat turun, atau kebingungan dapat muncul. Ensefalopati berupa perubahan tidur, perilaku, konsentrasi, hingga koma adalah tanda serius.

Gagal hati dapat menjadi daruratKe IGD segera bila bingung atau sangat mengantuk, muntah darah, BAB hitam, perdarahan sulit berhenti, perut bengkak dengan demam atau nyeri, sesak, hampir tidak kencing, atau setelah kelebihan dosis parasetamol meski masih merasa baik.

Pemeriksaan dan terapi

Dokter menilai waktu timbul, semua obat dan zat, tes fungsi serta pembekuan, darah lengkap, ginjal, virus, autoimun, dan pencitraan. Terapi mengatasi penyebab dan komplikasi; pasien akut berat perlu pusat transplantasi, sedangkan sirosis dekompensasi perlu evaluasi transplantasi sejak dini.

Hindari bahaya tambahan

Jangan minum alkohol, jamu, atau suplemen tanpa persetujuan tim hati. Jangan melebihi dosis parasetamol atau menggabungkan beberapa produk yang mengandungnya. Obat penenang, NSAID, dan diet atau pembatasan cairan harus dibahas karena dapat memperburuk komplikasi tertentu.

Mencari bantuan di IndonesiaBawa kemasan semua obat, jamu, dan suplemen. Peserta JKN dapat langsung ke IGD pada kondisi gawat; minta rujukan hepatologi atau pusat transplantasi bila dokter menilai gagal hati berat.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — sirosis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.