Hati dan Pencernaan

Hepatitis C

Hepatitis C adalah infeksi virus melalui darah yang sering tidak bergejala tetapi dapat menjadi kronis, menyebabkan sirosis dan kanker hati. Obat direct-acting antiviral (DAA) kini dapat menyembuhkan lebih dari 95 persen pasien yang diobati.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Hepatitis C

Risiko penularan

Berbagi jarum, prosedur atau alat tato tidak steril, transfusi yang tidak disaring, dan paparan darah adalah risiko utama. Penularan seksual dan dari ibu ke bayi lebih jarang tetapi mungkin. HCV tidak menular melalui pelukan, makanan, atau kontak sehari-hari.

Dua tahap tes

Tes antibodi menunjukkan pernah terpapar, bukan selalu infeksi aktif. Hasil reaktif harus dilanjutkan HCV RNA; RNA positif berarti virus sedang ada. Sebelum terapi, nilai fibrosis atau sirosis, fungsi hati dan ginjal, kehamilan, interaksi obat, serta hepatitis B dan HIV.

Tanda gagal hati memerlukan IGDKe IGD bila kuning disertai kebingungan atau mengantuk, muntah darah, BAB hitam, perdarahan sulit berhenti, perut cepat membesar, muntah terus, atau hampir tidak kencing.

Terapi dapat menyembuhkan

Regimen DAA oral pangenotipik biasanya diberikan 8–12 minggu atau sesuai kondisi. Kesembuhan dikonfirmasi dengan RNA tidak terdeteksi 12 minggu setelah selesai. Jangan menghentikan atau menggabungkan obat sendiri karena interaksi dapat menurunkan efektivitas.

Setelah sembuh

Kesembuhan tidak memberikan kekebalan sehingga reinfeksi dapat terjadi. Hindari berbagi alat suntik dan benda terkena darah, tutup luka, gunakan layanan harm reduction, dan jangan mendonorkan darah. Pasien dengan sirosis tetap memerlukan pemantauan kanker hati meski virus sembuh.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.