Beranda/Pencernaan dan Hati/Hepatitis: Radang Hati dan Jenisnya

Hati dan Pencernaan

Hepatitis: Radang Hati dan Jenisnya

Hepatitis berarti peradangan hati, bukan satu virus. Penyebabnya mencakup virus hepatitis A–E, obat dan jamu, alkohol, penyakit hati berlemak metabolik, autoimun, serta kondisi lain; banyak kasus tidak bergejala sampai kerusakan sudah lanjut.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Hepatitis: Radang Hati dan Jenisnya

Jenis virus berbeda

Hepatitis A dan E terutama menyebar lewat makanan atau air tercemar dan biasanya akut. Hepatitis B, C, dan D terkait darah atau cairan tubuh dan dapat menjadi kronis; hepatitis D hanya terjadi bersama hepatitis B. Risiko, tes, terapi, dan pencegahannya tidak dapat disamakan.

Gejala dan tes

Lelah, mual, nafsu makan turun, nyeri kanan atas, urine gelap, tinja pucat, gatal, dan kuning dapat terjadi. Pemeriksaan mencakup ALT/AST, bilirubin, albumin, INR, darah lengkap, serologi atau PCR virus, serta USG; pola tes menentukan infeksi aktif, lama, atau kekebalan.

Kebingungan atau perdarahan dapat menandakan gagal hatiKe IGD bila kuning disertai mengantuk atau bingung, muntah darah, BAB hitam, perdarahan sulit berhenti, perut cepat membesar, muntah terus, hampir tidak kencing, atau setelah overdosis parasetamol.

Terapi sesuai penyebab

Hepatitis A umumnya suportif, hepatitis B kronis tertentu memerlukan antivirus jangka panjang, dan hepatitis C kini sering dapat disembuhkan dengan direct-acting antiviral. Hepatitis autoimun memerlukan imunosupresi; cedera obat memerlukan penghentian terarah dan kadang antidot.

Pencegahan

Vaksin tersedia untuk hepatitis A dan B, dan vaksin B juga mencegah D. Gunakan alat suntik dan alat tato steril, kondom sesuai risiko, jangan berbagi pisau cukur, pastikan keamanan darah, cuci tangan dan makanan, serta hindari alkohol dan jamu tidak jelas bila hati bermasalah.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.