Beranda/Kesehatan Bayi dan Anak/Flu Singapura (Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut)

Infeksi Anak

Flu Singapura (Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut)

Flu Singapura adalah nama populer untuk hand, foot, and mouth disease (HFMD), infeksi enterovirus yang sering mengenai anak kecil. Penyakit ini bukan influenza dan biasanya pulih dalam 7–10 hari.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Flu Singapura (Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut)

Mengapa satu jenis virus bisa bikin gejala ringan, sementara jenis lain berbahaya

HFMD paling sering disebabkan oleh coxsackievirus A16 yang umumnya memberi gejala ringan, tetapi juga dapat disebabkan Enterovirus 71 (EV71)—jenis yang secara global, terutama di kawasan Asia-Pasifik sejak 1997, terbukti mampu menyebabkan wabah dengan risiko komplikasi neurologis serius seperti meningoensefalitis pada sebagian kecil kasus. Perbedaan keparahan ini terjadi karena EV71 memiliki mekanisme khusus untuk mengelabui dan melumpuhkan respons imun tubuh, memberinya peluang menyebar lebih jauh ke sistem saraf dibanding jenis enterovirus penyebab HFMD lainnya.

Inilah mengapa gejala neurologis seperti mengantuk berlebihan, kelemahan anggota gerak, atau sentakan tubuh mendadak pada anak dengan HFMD tidak boleh dianggap remeh meski mayoritas kasus HFMD memang jinak dan sembuh sendiri—perbedaan strain virus di balik gejala yang tampak serupa inilah yang menentukan apakah suatu kasus akan tetap ringan atau berpotensi menjadi berat.

Gejala khas

Demam dan tidak enak badan dapat diikuti luka nyeri di lidah atau bagian dalam mulut serta bercak atau lepuh di telapak tangan dan kaki. Ruam juga dapat muncul di bokong, lengan, atau tungkai. Tidak semua anak memiliki seluruh tanda tersebut.

Waspadai dehidrasi dan gangguan sarafKe IGD bila anak sangat mengantuk atau sulit dibangunkan, kejang, leher kaku, kelemahan anggota gerak, sulit bernapas, tidak kencing, mulut sangat kering, mata cekung, atau terus menolak cairan.

Perawatan dan cairan

Terapi terutama menjaga cairan dan kenyamanan. Tawarkan minuman dingin sedikit tetapi sering serta makanan lunak; berikan obat demam atau nyeri sesuai usia dan petunjuk tenaga kesehatan. Antibiotik tidak mengobati virus, dan lepuh jangan dipecahkan.

Penularan

Virus menyebar melalui percikan napas, cairan lepuh, benda tercemar, dan tinja. Cuci tangan setelah mengganti popok atau dari toilet, bersihkan permukaan dan mainan, jangan berbagi alat makan, serta hindari kontak dekat ketika sedang sakit.

Kapan diperiksa

Periksakan anak bila tidak mampu minum, demam lebih dari tiga hari, gejala berat atau tidak membaik setelah sepuluh hari, berusia di bawah enam bulan, atau memiliki daya tahan tubuh lemah.

Mencari bantuan di IndonesiaMulai dari Puskesmas atau dokter anak. Tanyakan kapan anak boleh kembali ke PAUD atau sekolah sesuai kondisi dan kebijakan setempat; virus masih dapat keluar melalui tinja setelah gejala membaik.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, Immunopathogenesis and Virus-Host Interactions of Enterovirus 71 (PMC), Global emergence of Enterovirus 71: a systematic review (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.