Infeksi Pernapasan

Influenza (Flu)

Influenza adalah infeksi virus pernapasan yang biasanya muncul mendadak dengan demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri badan, sakit kepala, dan lelah. Tidak semua pasien demam, dan gejalanya dapat menyerupai COVID-19.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Influenza (Flu)

Mengapa gejala flu terasa di seluruh tubuh, bukan hanya tenggorokan

Virus influenza hanya menginfeksi dan bereplikasi di sel-sel saluran napas, tetapi sistem imun yang melawannya di sana melepaskan zat pembawa pesan (sitokin, terutama IL-6) ke dalam aliran darah. Sitokin inilah yang menyebar ke seluruh tubuh dan memicu gejala sistemik seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan hebat — bukan virus itu sendiri yang menyebar ke otot atau kepala. Inilah mengapa flu terasa jauh lebih berat di seluruh tubuh dibanding pilek biasa yang hanya menginfeksi area terbatas tanpa memicu respons sitokin sistemik sebesar itu.

Memahami bahwa sebagian besar gejala berasal dari respons imun sendiri menjelaskan mengapa obat antivirus paling efektif diberikan sedini mungkin (idealnya dalam 48 jam pertama) — menekan replikasi virus sejak awal berarti mencegah jumlah virus mencapai tingkat yang memicu badai sitokin besar-besaran, bukan sekadar membunuh virus yang sudah ada.

Siapa berisiko berat

Bayi dan anak kecil, lansia, ibu hamil atau baru melahirkan, serta orang dengan penyakit paru, jantung, saraf, darah, ginjal, hati, diabetes, imunitas lemah, atau obesitas berat lebih berisiko pneumonia, perburukan penyakit, dan rawat inap.

Sesak atau membaik lalu memburuk perlu pertolonganKe IGD bila sulit bernapas, bibir kebiruan, nyeri dada, kebingungan, kejang, dehidrasi, demam atau batuk membaik lalu kembali lebih berat, atau penyakit kronis memburuk.

Tes dan antiviral

Tes influenza atau tes gabungan dengan COVID membantu pada situasi tertentu, tetapi hasil negatif cepat tidak selalu menyingkirkan flu. Antiviral paling efektif bila dimulai dini dan direkomendasikan segera untuk pasien rawat inap, sakit berat, atau kelompok berisiko tanpa menunggu hasil.

Perawatan di rumah

Istirahat, cairan, dan obat demam atau nyeri yang aman membantu. Antibiotik tidak mengobati influenza kecuali ada infeksi bakteri. Anak dan remaja dengan flu tidak boleh diberi aspirin karena risiko sindrom Reye.

Pencegahan

Vaksin flu diperbarui setiap tahun dan menurunkan risiko sakit serta komplikasi. Tutup batuk, cuci tangan, perbaiki ventilasi, gunakan masker saat sakit atau berisiko, dan tinggal di rumah sampai kondisi membaik serta demam hilang tanpa obat sesuai pedoman setempat.

Mencari bantuan di IndonesiaKelompok berisiko sebaiknya menghubungi fasilitas kesehatan pada hari pertama gejala untuk menilai antiviral. Tanyakan vaksin influenza yang tersedia dan sesuai kondisi.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, CDC - high risk, The Conversation — what the flu does to your body. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.