Pola dan penyebab
Nyeri biasanya perlahan, satu atau dua sisi, saat naik-turun tangga, squat, berlari, melompat atau setelah duduk lama. Lonjakan jarak, bukit, kecepatan atau frekuensi sering mendahului. Bentuk tungkai, kekuatan, koordinasi, fleksibilitas, recovery dan faktor psikososial berinteraksi; tidak ada satu 'misalignment' yang menjelaskan semua kasus.
Diagnosis
Dokter menilai lokasi, bengkak, stabilitas, hip, foot, kekuatan dan gerak pemicu. Diagnosis umumnya klinis; X-ray dipakai bila trauma, arthritis atau nyeri menetap, sedangkan MRI bukan pemeriksaan rutin. Meniscus tear, tendon, fat pad, patellar instability, osteochondral injury dan referred pain perlu dibedakan.
Latihan dan beban
Kurangi sementara aktivitas yang membuat nyeri bertahan atau mengubah cara berjalan, tetapi tetap aktif dengan alternatif toleran. Program menguatkan quadriceps dan hip, lalu calf, trunk, landing dan running mechanics secara progresif. Sedikit nyeri yang cepat reda dapat diterima sesuai arahan; peningkatan berikutnya berdasarkan respons 24 jam.
Tambahan dan kembali olahraga
Taping patela atau prefabricated foot orthosis dapat membantu jangka pendek pada sebagian pasien bersama latihan. Es dan analgesik sesuai risiko membantu flare; injection dan operasi jarang punya peran tanpa diagnosis lain. Kembali olahraga saat dapat squat, naik tangga, hop dan latihan spesifik dengan gejala ringan yang pulih serta kekuatan memadai.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada AAOS — patellofemoral pain syndrome. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



