Beranda/Tulang, Otot, dan Sendi/Patellofemoral Pain Syndrome

Lutut dan Olahraga

Patellofemoral Pain Syndrome

Patellofemoral pain adalah istilah untuk nyeri depan lutut di sekitar patela, sering dipicu saat lutut menekuk di bawah beban. Ini umum pada atlet maupun nonatlet dan biasanya membaik dengan penyesuaian beban serta latihan pinggul dan quadriceps. Crepitus tidak berarti sendi rusak.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 15 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Patellofemoral Pain Syndrome

Pola dan penyebab

Nyeri biasanya perlahan, satu atau dua sisi, saat naik-turun tangga, squat, berlari, melompat atau setelah duduk lama. Lonjakan jarak, bukit, kecepatan atau frekuensi sering mendahului. Bentuk tungkai, kekuatan, koordinasi, fleksibilitas, recovery dan faktor psikososial berinteraksi; tidak ada satu 'misalignment' yang menjelaskan semua kasus.

Diagnosis

Dokter menilai lokasi, bengkak, stabilitas, hip, foot, kekuatan dan gerak pemicu. Diagnosis umumnya klinis; X-ray dipakai bila trauma, arthritis atau nyeri menetap, sedangkan MRI bukan pemeriksaan rutin. Meniscus tear, tendon, fat pad, patellar instability, osteochondral injury dan referred pain perlu dibedakan.

Bengkak besar atau lutut terkunci bukan pola khasPeriksa segera bila lutut merah-panas dengan demam, membengkak cepat setelah bunyi pop, benar-benar terkunci, terus giving way, tidak mampu menapak, ada deformitas, nyeri malam progresif atau berat turun. Nyeri betis dengan bengkak atau sesak perlu penilaian bekuan darah.

Latihan dan beban

Kurangi sementara aktivitas yang membuat nyeri bertahan atau mengubah cara berjalan, tetapi tetap aktif dengan alternatif toleran. Program menguatkan quadriceps dan hip, lalu calf, trunk, landing dan running mechanics secara progresif. Sedikit nyeri yang cepat reda dapat diterima sesuai arahan; peningkatan berikutnya berdasarkan respons 24 jam.

Tambahan dan kembali olahraga

Taping patela atau prefabricated foot orthosis dapat membantu jangka pendek pada sebagian pasien bersama latihan. Es dan analgesik sesuai risiko membantu flare; injection dan operasi jarang punya peran tanpa diagnosis lain. Kembali olahraga saat dapat squat, naik tangga, hop dan latihan spesifik dengan gejala ringan yang pulih serta kekuatan memadai.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada AAOS — patellofemoral pain syndrome. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.