Mengapa tulang bisa 'mati' meski tampak utuh dari luar
Osteonekrosis menyebabkan sekitar 10% dari seluruh operasi penggantian pinggul di AS, dengan 20.000-30.000 kasus baru terdiagnosis setiap tahun, tersering pada usia 30-65 tahun. Sel tulang (osteosit) ternyata sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen—kematian sel mulai terjadi hanya dalam 2-3 jam setelah aliran darah terputus, meski tanda kerusakannya baru terlihat di bawah mikroskop 24-72 jam kemudian. Terputusnya aliran darah ini dapat terjadi lewat tiga jalur: kerusakan langsung pembuluh darah akibat patah tulang atau dislokasi, sumbatan di dalam pembuluh oleh gumpalan darah atau lemak (emboli), atau tekanan dari luar pembuluh akibat penumpukan sel lemak di dalam rongga tulang—inilah mekanisme yang menjelaskan mengapa steroid dosis tinggi dan konsumsi alkohol berat (yang keduanya dapat memicu penumpukan lemak abnormal di sumsum tulang) menjadi faktor risiko utama osteonekrosis nontraumatik.
Karena tulang yang sudah mati tidak lagi punya sel hidup untuk memperbaiki dirinya sendiri, area yang terkena secara bertahap kehilangan kekuatan strukturalnya meski tulang di sekitarnya tetap tampak normal pada rontgen tahap awal—itulah mengapa kolaps tulang sering datang tiba-tiba setelah periode tanpa gejala yang cukup panjang, dan mengapa deteksi dini lewat MRI (yang jauh lebih sensitif dibanding rontgen biasa) sangat menentukan apakah sendi masih bisa diselamatkan sebelum keruntuhan terjadi.
Gejala
Tahap awal bisa tanpa keluhan. Nyeri kemudian muncul saat menumpu dan dapat berlanjut saat istirahat. Osteonekrosis pinggul biasanya terasa di lipat paha, bokong, atau paha; gerak menjadi kaku dan pincang. Kolaps tulang dapat menyebabkan nyeri memburuk mendadak.
Faktor risiko
Patah atau dislokasi dapat merusak pembuluh. Risiko nontraumatik meningkat dengan steroid sistemik dosis tinggi atau lama, alkohol berat, penyakit sel sabit, lupus, transplantasi, dekompresi, dan beberapa terapi kanker. Sebagian kasus tidak memiliki faktor yang diketahui.
Diagnosis dini
X-ray membantu menilai kerusakan lanjut tetapi dapat normal pada tahap awal. MRI lebih sensitif untuk menemukan osteonekrosis dini dan menilai luasnya. Jangan menganggap nyeri pinggul menetap hanya sebagai keseleo, terutama setelah trauma atau penggunaan steroid.
Menjaga sendi
Mengurangi beban, alat bantu, analgesik, dan fisioterapi dapat mengendalikan gejala tetapi sering tidak menghentikan progresi. Core decompression, cangkok tulang, osteotomi, atau tindakan pelestarian sendi lain lebih bermanfaat sebelum kolaps; penggantian sendi digunakan bila kerusakan berat.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIAMS, NIAMS — diagnosis dan terapi, Pathophysiology and risk factors for osteonecrosis (PMC), Avascular Necrosis (StatPearls). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



