Pola kelemahan
Kelopak turun dan penglihatan ganda sering menjadi tanda awal. Suara dapat sengau atau melemah, senyum berubah, rahang lelah saat mengunyah, makanan tersangkut, kepala sulit tegak, dan lengan atau paha melemah. Panas, infeksi, kurang tidur, operasi, stres fisik, menstruasi, dan obat tertentu dapat memperburuk.
Diagnosis
Pemeriksaan neurologis menguji kelemahan yang mudah lelah. Darah mencari antibodi AChR, MuSK, atau LRP4; hasil negatif tidak selalu menyingkirkan. Repetitive nerve stimulation atau single-fiber EMG menilai transmisi saraf-otot. CT atau MRI dada mencari thymoma, dan fungsi napas diukur bila gejala bulbar atau napas.
Kondisi yang menyerupai
Penyakit tiroid mata, gangguan saraf kranial, botulisme, Lambert-Eaton syndrome, penyakit otot, stroke batang otak, dan efek obat dapat meniru. Tes es atau respons obat tertentu dapat memberi petunjuk pada mata, tetapi diagnosis tidak boleh hanya berdasarkan respons. Kelemahan mendadak satu sisi bukan pola khas dan harus dinilai sebagai stroke.
Krisis myasthenic
Kelemahan otot napas atau menelan dapat berkembang menjadi gagal napas. Saturasi oksigen dapat tetap tampak normal sampai terlambat, sehingga kemampuan bicara, batuk, menelan, kapasitas vital, dan kekuatan inspirasi lebih informatif. Krisis membutuhkan ICU, dukungan napas, IVIG atau plasma exchange, serta terapi pemicu.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NINDS — myasthenia gravis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



