Beranda/Hormon dan Metabolisme/Ketoasidosis Alkoholik

Alkohol dan Metabolik

Ketoasidosis Alkoholik

Ketoasidosis alkoholik adalah penumpukan keton dan asam setelah kombinasi konsumsi alkohol berat, muntah, dehidrasi, dan sangat kurang makan. Gula darah sering normal atau rendah, berbeda dari pola khas ketoasidosis diabetik, tetapi keduanya serta keracunan methanol atau etilen glikol dapat tumpang tindih dan mengancam jiwa.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Ketoasidosis Alkoholik

Mengapa gula darah justru normal atau rendah, berbeda dari ketoasidosis diabetik

Saat hati memproses alkohol, prosesnya menghabiskan cadangan NAD—molekul yang seharusnya juga dibutuhkan hati untuk membuat glukosa baru (glukoneogenesis) dari sumber non-karbohidrat seperti asam laktat. Ketika cadangan NAD habis terpakai untuk memetabolisme alkohol, jalur pembuatan glukosa cadangan ini ikut terhambat—tepat pada saat tubuh justru sangat membutuhkannya, karena muntah dan tidak makan berkepanjangan telah menghabiskan cadangan glikogen hati yang biasanya menjadi sumber glukosa utama.

Dengan dua jalur penyedia glukosa sama-sama terhambat, sementara hormon glukagon, adrenalin, dan hormon pertumbuhan justru meningkat merangsang tubuh memecah lemak menjadi keton sebagai bahan bakar pengganti, hasilnya adalah kombinasi unik: keton menumpuk hingga menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis), tetapi kadar gula darah tetap normal atau bahkan rendah—sangat berbeda dari ketoasidosis diabetik yang selalu disertai gula darah sangat tinggi. Perbedaan pola inilah yang menjadi petunjuk diagnostik penting: seseorang dengan napas cepat-dalam dan tanda ketoasidosis setelah minum berat, muntah, dan tidak makan, tetapi gula darahnya normal, mengarahkan dokter untuk mencurigai ketoasidosis alkoholik dan segera memberi cairan mengandung glukosa (dekstrosa) bersama thiamine, bukan insulin seperti pada ketoasidosis diabetik.

Pola yang sering terjadi

Setelah episode minum, seseorang berhenti makan dan minum karena mual, muntah, atau nyeri perut. Napas menjadi dalam-cepat, denyut meningkat, haus, lemah, dan gelisah. Kadar alkohol dapat sudah rendah saat datang. Kebingungan berat bukan ciri yang boleh dianggap biasa dan menuntut penyebab lain.

Muntah terus dan napas cepat adalah keadaan daruratKe IGD bila ada muntah berulang, tidak bisa minum, nyeri perut hebat, napas dalam-cepat, pingsan, kebingungan, kejang, muntah darah, BAB hitam, atau dugaan menelan cairan alkohol industri. Jangan memberi insulin, alkohol, atau cairan manis pada orang yang tidak sadar.

Diagnosis harus menyingkirkan kegawatan lain

Rumah sakit memeriksa gula, elektrolit, anion gap, gas darah, beta-hydroxybutyrate, magnesium, fosfat, ginjal, hati, lipase, osmolalitas, alkohol dan toksin sesuai riwayat. Ketoasidosis diabetik, sepsis, pankreatitis, perdarahan, cedera kepala, dan alkohol toksik harus dinilai.

Terapi

Thiamine diberikan dini, kemudian dextrose dan cairan membantu menghentikan pembentukan keton. Kalium, magnesium, fosfat, dan gula dipantau karena dapat turun saat terapi dan saat nutrisi dimulai. Insulin umumnya tidak diperlukan kecuali diabetes atau hiperglikemia tertentu telah dinilai dokter.

Setelah stabil

Putus alkohol dapat memicu tremor, halusinasi, kejang, dan delirium sehingga pemantauan serta obat terarah mungkin diperlukan. Dukungan gizi, evaluasi hati dan pankreas, pencegahan kekambuhan, konseling, obat gangguan penggunaan alkohol, dan layanan kesehatan mental disusun tanpa stigma.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada MSD Manual Professional, StatPearls — Alcoholic Ketoacidosis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.