Beranda/Saraf dan Otak/Kelumpuhan (Paralisis)

Saraf dan Rehabilitasi

Kelumpuhan (Paralisis)

Kelumpuhan adalah kehilangan gerak sukarela sebagian atau lengkap dan merupakan gejala, bukan satu penyakit. Stroke, cedera atau penekanan sumsum, radang saraf, infeksi, gangguan elektrolit, penyakit otot, toksin, dan gangguan fungsional memerlukan penanganan berbeda.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kelumpuhan (Paralisis)

Pola memberi petunjuk

Satu sisi tubuh sering berasal dari otak; kedua kaki dari sumsum atau saraf; kelemahan naik dari kaki dapat berupa Guillain-Barré; kelemahan yang memburuk dengan aktivitas dapat mengenai sambungan saraf-otot. Dokter membedakan kelemahan sejati dari nyeri, kaku, gangguan koordinasi, atau lelah.

Darurat waktu-sensitif

Gunakan BE-FAST untuk stroke: gangguan Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, lalu Time mencari bantuan. Kelumpuhan setelah trauma leher atau punggung, nyeri punggung dengan baal selangkangan dan gangguan kencing, atau kelemahan yang naik disertai sesak juga darurat. Jangan menunggu membaik.

Kelumpuhan baru adalah daruratHubungi layanan darurat untuk kelemahan mendadak, wajah mencong, bicara pelo, penglihatan atau keseimbangan berubah, sakit kepala hebat, setelah trauma, sesak, sulit menelan, kelemahan yang naik, atau kehilangan kontrol urine dan tinja.

Diagnosis dan terapi

Pemeriksaan saraf menentukan lokasi; gula, elektrolit, darah, CT atau MRI, pungsi lumbal, EMG, tes saraf, dan genetik dipilih. Terapi dapat berupa reperfusi stroke, operasi dekompresi, antibiotik, imunoterapi, koreksi metabolik, atau terapi penyakit spesifik—bukan pijat paksa.

Rehabilitasi dan pencegahan komplikasi

Fisioterapi, okupasi, bicara dan menelan, alat bantu, serta teknologi adaptif dimulai dini. Posisi, latihan rentang gerak, kulit, nutrisi, pencegahan bekuan, paru, spastisitas, nyeri saraf, kandung kemih, usus, seksualitas, dan mood perlu rencana terpadu.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Stroke Association. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.