Otak dan Lansia

Delirium

Delirium adalah perubahan mendadak pada perhatian, kesadaran, dan cara berpikir yang berfluktuasi dalam jam atau hari. Ini tanda gangguan medis atau obat, bukan bagian normal dari penuaan, dan dapat tampak gelisah maupun sangat diam.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Delirium

Seberapa umum, dan mengapa acetylcholine jadi kunci mekanismenya

Delirium jauh lebih umum daripada yang disadari kebanyakan keluarga: lebih dari separuh pasien rawat inap berusia 65 tahun ke atas mengalaminya, dengan angka melonjak hingga 75% pada pasien yang memerlukan ventilator di ICU. Mekanisme yang paling banyak didukung bukti adalah defisiensi acetylcholine—neurotransmitter kunci yang mengatur perhatian dan tingkat kesadaran. Hampir semua pemicu delirium (infeksi, obat dengan efek antikolinergik, gangguan elektrolit, kurang oksigen) pada akhirnya mengganggu jalur acetylcholine ini dengan satu atau lain cara.

Pada operasi atau infeksi berat, peradangan sistemik juga dapat merembes memengaruhi otak (neuroinflamasi), mengganggu sawar darah-otak dan memperkuat gangguan neurotransmitter yang sama. Memahami acetylcholine sebagai jalur akhir bersama ini menjelaskan mengapa obat dengan efek antikolinergik (termasuk beberapa obat alergi dan obat tidur yang dijual bebas) secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko delirium pada lansia, dan mengapa meninjau ulang seluruh obat pasien menjadi salah satu langkah pertama yang dilakukan tim medis saat delirium muncul.

Tanda yang sering terlewat

Orang sulit fokus, bingung tempat atau waktu, berbicara tidak runtut, melihat atau mendengar sesuatu, tidur terbalik, atau berubah cepat sepanjang hari. Delirium hipoaktif membuat pasien mengantuk dan pasif sehingga sering disangka lelah atau demensia.

Kebingungan mendadak adalah keadaan mendesakCari pertolongan segera, terutama bila disertai wajah mencong, kelemahan satu sisi, bicara pelo, kejang, sesak, demam tinggi, cedera kepala, gula sangat rendah, atau sulit dibangunkan.

Penyebab

Infeksi, kekurangan oksigen, dehidrasi, gangguan elektrolit atau gula, nyeri, retensi urine, konstipasi, operasi, stroke, gagal organ, putus alkohol, dan efek atau interaksi obat dapat memicu. Sering ada lebih dari satu penyebab, terutama pada lansia atau pasien demensia.

Penilaian dan perawatan

Tenaga kesehatan menilai perubahan dari kondisi dasar, memakai alat skrining, memeriksa obat, fisik, darah, urine, dan tes lain sesuai gejala. Terapi utama adalah menemukan penyebab, menjaga cairan dan nutrisi, mengatasi nyeri, serta mendukung tidur dan mobilitas.

Membantu dengan aman

Keluarga dapat membawa kacamata dan alat dengar, menjelaskan waktu dan tempat dengan tenang, menghadirkan orang familiar, dan mencatat kondisi awal. Hindari memaksa, berdebat, atau memberi obat tidur sendiri. Obat penenang hanya untuk risiko bahaya tertentu dan perlu pengawasan.

Mencari bantuan di IndonesiaBawa seluruh obat, termasuk jamu dan obat bebas, serta catatan kapan perubahan mulai. Informasi keluarga tentang kemampuan normal pasien sangat membantu diagnosis.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NICE, Delirium in Hospitalized Older Adults: A Narrative Review (PMC), Cholinergic Deficiency Hypothesis in Delirium (Harvard DASH). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.