Otak dan Lansia

Demensia

Demensia adalah sindrom penurunan kemampuan berpikir yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Penyebabnya beragam, sering campuran, dan demensia bukan bagian yang tidak terhindarkan dari bertambahnya usia.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Demensia

Seberapa umum, dan mengapa 'demensia campuran' justru paling sering

Jumlah penderita demensia secara global diperkirakan melonjak dari 57,4 juta pada 2019 menjadi 152,8 juta pada 2050 seiring populasi lanjut usia dunia bertambah, dengan perempuan mengalami demensia sekitar 1,7 kali lebih sering daripada laki-laki. Salah satu temuan penting yang sering tidak diketahui awam: kombinasi lebih dari satu jenis kerusakan otak sekaligus (misalnya plak Alzheimer bersama kerusakan pembuluh darah kecil) ternyata mungkin justru menjadi bentuk demensia paling umum, bukan satu penyebab tunggal murni—penelitian otak menemukan campuran patologi ini pada 10-74% kasus tergantung populasi yang diteliti.

Inilah mengapa mencari 'satu penyebab' demensia sering menyesatkan secara klinis: pendekatan yang lebih realistis adalah menilai kontribusi masing-masing faktor (vaskular, degeneratif, metabolik) sekaligus, karena mengendalikan faktor risiko pembuluh darah (tekanan darah, gula, kolesterol) tetap bermakna bahkan pada pasien yang sebagian besar gejalanya tampak seperti Alzheimer murni.

Tanda awal

Melupakan kejadian baru, tersesat di tempat familiar, kesulitan mengatur uang atau obat, sulit menemukan kata, keputusan memburuk, dan perubahan perilaku perlu diperiksa bila mengganggu fungsi. Delirium berbeda karena muncul mendadak dan berfluktuasi dalam jam atau hari.

Perubahan mendadak bukan demensia biasaKebingungan baru, wajah mencong, bicara pelo, kelemahan satu sisi, kejang, sakit kepala hebat, jatuh dengan cedera kepala, demam, atau sulit dibangunkan memerlukan pertolongan segera.

Mencari penyebab

Alzheimer paling umum, diikuti penyebab vaskular, Lewy body, frontotemporal, dan campuran. Depresi, gangguan tiroid, kekurangan vitamin, obat, gangguan tidur, pendengaran, infeksi, atau masalah metabolik dapat menyerupai atau memperburuk gangguan kognitif dan perlu dicari.

Penilaian

Dokter menggabungkan cerita pasien dan keluarga, tes kognitif, pemeriksaan saraf dan fungsi, obat, darah, serta CT atau MRI bila tepat. Diagnosis dini memberi waktu merencanakan keputusan, keselamatan berkendara, keuangan, dukungan, dan terapi sesuai tipe.

Hidup dengan demensia

Aktivitas fisik dan sosial, rutinitas, alat bantu ingatan, koreksi penglihatan dan pendengaran, serta lingkungan aman membantu fungsi. Obat tertentu dapat mengurangi gejala pada tipe tertentu tetapi bukan penyembuh. Dukungan dan jeda istirahat pengasuh sama pentingnya.

Mencari bantuan di IndonesiaMulai penilaian di FKTP dan ajak anggota keluarga yang mengetahui perubahan sehari-hari. Bawa daftar obat serta catatan kemampuan mengurus uang, memasak, berkendara, dan minum obat.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO, Estimation of the global prevalence of dementia (The Lancet Public Health), Mixed dementia: A review of the evidence (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.