Tenggorokan dan Suara

Laringitis

Laringitis adalah iritasi atau pembengkakan laring dan pita suara. Sebagian besar episode akut menyertai infeksi virus dan membaik sendiri dalam satu hingga dua minggu. Suara serak juga dapat berasal dari pemakaian berlebihan, rokok, iritan, alergi, refluks, nodul, kelumpuhan pita suara, atau tumor sehingga keluhan menetap perlu diperiksa.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Laringitis

Mengapa suara menjadi serak, bukan sekadar hilang

Suara dihasilkan ketika udara dari paru mendorong dua pita suara di laring untuk bergetar cepat dan teratur, menciptakan gelombang suara yang harmonis. Pada laringitis, peradangan menyebabkan lapisan jaringan lunak pita suara membengkak (disebut edema Reinke), dan pita suara yang membengkak ini tidak lagi bisa bergetar secara simetris dan teratur seperti biasa — getarannya menjadi tidak sinkron dan tidak lengkap menutup, menghasilkan gelombang suara yang kasar dan tidak harmonis alih-alih nada yang jernih.

Inilah mengapa laringitis menghasilkan suara serak dan parau, bukan sekadar suara yang melemah — masalahnya bukan pada kekuatan aliran udara, melainkan pada kemampuan pita suara yang membengkak untuk bergetar dengan pola yang tepat. Pada kasus yang sangat berat, pembengkakan bisa cukup parah sehingga pita suara nyaris tidak bisa bergetar sama sekali, menghasilkan suara yang hanya berupa bisikan atau bahkan hilang total. Memahami mekanisme ini menjelaskan mengapa istirahat suara sungguhan (bukan berbisik, yang justru menambah ketegangan otot di sekitar pita suara) menjadi terapi utama — memberi waktu bagi pembengkakan mereda agar getaran normal bisa kembali.

Rawat suara

Gunakan suara sesedikit mungkin dengan volume nyaman; jangan berbisik karena dapat menambah ketegangan, dan jangan berteriak atau bernyanyi. Minum cukup, lembapkan udara, istirahat, dan hindari asap rokok, vape, alkohol berlebihan, debu serta decongestant yang mengeringkan. Hindari sering berdeham; teguk air atau telan sebagai pengganti.

Sulit bernapas atau stridor adalah daruratKe IGD bila napas sulit, ada bunyi tinggi saat menarik napas, bibir kebiruan, air liur menetes karena tidak mampu menelan, posisi membungkuk untuk bernapas, bengkak leher cepat, batuk darah banyak, atau kondisi memburuk cepat. Jangan memaksa melihat tenggorokan anak yang kesulitan bernapas.

Obat tidak selalu diperlukan

Pereda nyeri dapat digunakan sesuai keamanan. Antibiotik tidak membantu laringitis viral dan hanya diberikan bila infeksi bakteri tertentu dicurigai. Steroid dapat memberi efek sementara tetapi tidak rutin karena efek samping dan dapat mendorong penggunaan suara sebelum pulih. Obat refluks sebaiknya berdasarkan gejala dan evaluasi, bukan otomatis untuk semua serak.

Anak dan croup

Anak dengan batuk menggonggong, suara serak, dan bunyi napas tinggi dapat mengalami croup, bukan sekadar laringitis dewasa. Jaga tenang, beri minum bila mampu, dan cari penilaian sesuai berat. Jangan menggunakan uap panas yang dapat menyebabkan luka bakar atau memasukkan alat ke tenggorokan.

Serak menetap

Pemeriksaan dokter atau THT diperlukan bila serak tidak membaik dalam dua hingga tiga minggu, berulang, atau mengganggu pekerjaan suara. Laringoskopi melihat pita suara. Perokok, pengguna alkohol berat, pasien setelah operasi leher atau intubasi, dan orang dengan benjolan leher, nyeri telinga satu sisi, darah, atau berat turun perlu evaluasi lebih cepat.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, StatPearls — Acute Laryngitis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.