Kenali bentuk akut
Demam/menggigil, sakit badan, nyeri perineum/panggul/punggung, burning, urgency/frequency, aliran lemah atau tidak bisa kencing muncul cepat. Urine culture dan darah pada kasus berat memandu antibiotik. Digital rectal exam dilakukan lembut; prostatic massage pada acute prostatitis dihindari karena nyeri dan risiko bacteremia. STI diuji sesuai paparan, tetapi tidak semua prostatitis adalah infeksi menular seksual.
Nyeri panggul kronis berbeda
CP/CPPS memberi nyeri perineum, penis, testis, suprapubic atau punggung dan nyeri saat/setelah ejakulasi selama 3+ bulan, dengan gejala kemih yang naik-turun. Faktor pelvic-floor overactivity, saraf, inflamasi, bladder pain, bowel dan stress dapat tumpang tindih. Chronic bacterial prostatitis lebih jarang dan ditandai UTI berulang dengan organisme sama.
Pemeriksaan menyingkirkan penyebab lain
Urinalysis/culture, pemeriksaan genital/prostat dan tes STI digunakan sesuai gejala; residual urine, ultrasound, cystoscopy atau imaging hanya bila indikasi seperti obstruction, darah, batu atau abses. PSA dapat naik saat inflamasi dan biasanya tidak diinterpretasi untuk skrining ketika infeksi akut. BPH, bladder disease, stone, epididymitis, hernia dan cancer dapat menyerupai.
Terapi multimodal
Acute/chronic bacterial memerlukan antibiotik yang menembus prostat dengan durasi sesuai culture dan keparahan; abses/retensi mungkin perlu drainase. CP/CPPS dirawat menurut phenotype dengan alpha-blocker, analgesic/anti-inflammatory terpilih, pelvic-floor physiotherapy yang fokus relaksasi (bukan Kegel pengencangan untuk semua), heat, neuromodulator, bowel care dan dukungan stress/mental. Hindari antibiotik berulang bila culture negatif dan tak ada respons.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — prostatitis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



