Mengapa hot tub atau kolam sering jadi biang keladinya
Penelitian mencatat sekitar 67% hot tub dan 63% kolam renang yang diuji terkontaminasi bakteri Pseudomonas aeruginosa, salah satu penyebab folikulitis yang cukup umum dan berbeda dari Staphylococcus penyebab folikulitis biasa. Bakteri ini bertahan hidup dalam air hangat—bahkan yang sudah diberi klorin—dengan cara membentuk biofilm pada permukaan tub atau pipa air, dan berkembang biak lebih cepat saat air hangat, pH tinggi (di atas 7,8), dan kadar klorin rendah (di bawah 0,5 mg/L).
Mekanisme masuknya bakteri juga unik: semakin lama kulit terendam air, semakin banyak air yang terserap ke lapisan kulit terluar (stratum korneum), yang justru meningkatkan permeabilitasnya terhadap bakteri di sekitarnya. Inilah mengapa folikulitis akibat hot tub sering muncul sebagai bintik-bintik merah gatal 1–4 hari setelah berendam lama di fasilitas yang perawatan kimianya kurang terjaga, berbeda dari folikulitis akibat cukur atau gesekan pakaian yang bisa muncul kapan saja.
Kenali pemicunya
Mencukur atau mencabut rambut, pakaian ketat, kulit lembap, helm dan alat yang bergesekan, obat tertentu, serta hot tub dapat merusak folikel. Bakteri Staphylococcus sering terlibat, tetapi ragi, jamur, dan peradangan tanpa infeksi juga mungkin.
Perawatan ringan
Hentikan pencukuran atau gesekan sementara, mandi setelah berkeringat, gunakan pakaian longgar, dan kompres hangat 15–20 menit beberapa kali sehari. Jangan memencet pustul dan jangan berbagi pisau cukur atau handuk.
Kapan perlu terapi dokter
Kelainan yang luas, dalam, berulang, atau tidak membaik perlu diperiksa. Kultur atau pemeriksaan jamur kadang diperlukan karena antibiotik, antijamur, dan terapi peradangan berbeda. Penggunaan antibiotik oles berulang tanpa arahan dapat mendorong resistansi.
Diagnosis yang menyerupai
Jerawat, pseudofolliculitis akibat rambut tumbuh ke dalam, dermatitis, keratosis pilaris, dan hidradenitis dapat tampak mirip. Benjolan nyeri berulang di ketiak, lipat paha, bawah payudara, atau bokong dengan terowongan dan parut perlu evaluasi hidradenitis.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Academy of Dermatology, Hot Tub-Associated Pseudomonas Folliculitis: Case Report and Review (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



