Beranda/Kesehatan Kulit/Rambut Rontok (Alopecia)

Rambut

Rambut Rontok (Alopecia)

Alopecia adalah istilah medis untuk rambut rontok. Penyebabnya beragam—genetik, autoimun, setelah sakit atau melahirkan, kekurangan zat, obat, gaya rambut yang menarik, infeksi, atau peradangan yang merusak folikel—sehingga terapinya tidak sama.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 6 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Rambut Rontok (Alopecia)

Seberapa umum, dan mengapa DHT jadi target utama terapi

Alopecia androgenetik (kerontokan berpola) sangat umum: memengaruhi setidaknya separuh laki-laki keturunan kaukasia pada usia 50 tahun. Mekanismenya melibatkan dihidrotestosteron (DHT), turunan hormon testosteron yang jauh lebih poten, yang pada folikel rambut dengan kerentanan genetik tertentu memicu folikel menyusut secara bertahap (miniaturisasi) dan memendekkan fase pertumbuhan rambut (anagen) pada setiap siklus—itulah sebabnya rambut di area terdampak menjadi makin tipis dan halus dari waktu ke waktu, bukan langsung rontok total.

Pemahaman mekanisme ini menjelaskan mengapa finasteride bekerja: obat ini menghambat enzim 5-alpha reductase tipe 2 yang mengubah testosteron menjadi DHT, menurunkan kadar DHT di kulit kepala sekitar 60–70%. Dalam uji klinis, penurunan ini terbukti menghentikan perburukan kerontokan pada sekitar 86% pengguna, dengan sekitar 65% mengalami pertumbuhan kembali yang bermakna—namun manfaat ini hanya bertahan selama obat terus dipakai.

Pola memberi petunjuk

Penipisan bertahap di garis atau puncak kepala sering merupakan alopecia androgenetik. Kerontokan menyeluruh beberapa bulan setelah demam, operasi, persalinan, stres besar atau penurunan berat badan dapat berupa telogen effluvium. Bercak bulat licin mengarah ke alopecia areata; sisik, rambut patah atau pustul dapat menunjukkan infeksi.

Cari penilaian cepatPeriksa segera bila kulit kepala sangat nyeri atau bernanah, kemerahan menyebar dengan demam, muncul luka atau jaringan parut, atau rambut rontok setelah obat baru disertai ruam dan bengkak. Cari bantuan krisis bila dampaknya memicu pikiran menyakiti diri.

Kapan diperiksa

Temui dokter bila rontok mendadak, bercak, disertai gatal-nyeri-sisik, alis atau bulu mata ikut hilang, ada tanda hormon atau penyakit sistemik, atau menyebabkan distress. Pemeriksaan kulit kepala dan riwayat biasanya utama; tes darah atau biopsi dipilih sesuai dugaan, bukan paket rutin untuk semua orang.

Terapi berdasarkan penyebab

Minoxidil topikal bekerja secara berbeda dari finasteride—memperpanjang fase pertumbuhan rambut dan meningkatkan aliran darah ke folikel—sehingga sering dikombinasikan dengan finasteride untuk hasil yang lebih maksimal, tetapi manfaat keduanya berhenti begitu penggunaan dihentikan. Finasteride hanya untuk pasien tertentu dengan konseling kehamilan (kontraindikasi pada perempuan hamil karena risiko pada janin laki-laki) dan efek seksual. Alopecia areata, infeksi jamur, dan alopecia berparut membutuhkan terapi berbeda; bentuk berparut perlu ditangani dini karena kehilangan rambut dapat permanen.

Waspadai klaim

Suplemen biotin, sampo, serum, PRP, laser, atau transplantasi tidak cocok untuk semua penyebab. Biotin dosis tinggi dapat mengganggu hasil tes jantung dan tiroid. Periksa diagnosis dan bukti, biaya, efek samping, serta kualifikasi penyedia sebelum membeli perawatan komersial.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, NIAMS — alopecia areata, Psychological Effect, Pathophysiology, and Management of Androgenetic Alopecia (Mayo Clinic Proceedings). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.