Beranda/Kesehatan Kulit/Alopecia Areata

Rambut

Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun ketika sistem imun menyerang folikel rambut. Rambut biasanya rontok mendadak membentuk satu atau beberapa bercak bulat tanpa jaringan parut, dan perjalanan penyakit berbeda pada setiap orang.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 6 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Alopecia Areata

Seberapa umum, dan mengapa sistem imun 'menemukan' folikel rambut

Alopecia areata memiliki risiko seumur hidup sekitar 2%, dengan jumlah kasus global meningkat dari sekitar 20 juta pada 1990 menjadi hampir 31 juta pada 2021. Sekitar 7–12% penderita berkembang menjadi kerontokan total di kulit kepala atau seluruh tubuh.

Mekanismenya melibatkan konsep 'immune privilege'—folikel rambut sehat normalnya tersembunyi dari deteksi sistem imun berkat tidak adanya pembuluh limfatik di sekitarnya dan lapisan jaringan ikat pelindung. Pada alopecia areata, perlindungan ini runtuh: sel T (khususnya sel CD8+NKG2D+ yang dipicu sinyal inflamasi interferon-gamma) mulai 'melihat' dan menyerang folikel rambut seolah itu benda asing, menghentikan siklus pertumbuhan rambut tanpa merusak folikel secara permanen—itulah mengapa rambut sering bisa tumbuh kembali, karena strukturnya masih utuh, hanya 'disembunyikan' dari serangan imun yang perlu dihentikan dulu.

Ciri utama

Bercak licin berbentuk bulat atau oval paling sering muncul di kulit kepala atau janggut, tetapi alis, bulu mata, dan rambut tubuh juga dapat terkena. Rambut pendek seperti tanda seru dapat terlihat di tepi. Kuku sebagian orang memiliki lekukan kecil. Kemerahan dan sisik tebal lebih mengarah ke penyebab lain.

Pastikan bukan kondisi lainPeriksa bila kerontokan sangat cepat atau luas, kulit kepala nyeri, bernanah atau bersisik berat, ada demam, atau rambut rontok setelah obat baru. Cari bantuan segera bila dampaknya memicu depresi berat atau pikiran menyakiti diri.

Diagnosis dan perjalanan

Dokter biasanya mendiagnosis melalui pemeriksaan rambut, folikel, kulit, dan kuku. Tes darah atau biopsi hanya diperlukan bila ada dugaan penyakit lain. Rambut dapat tumbuh kembali sendiri, tetapi kekambuhan, perluasan bercak, atau kerontokan seluruh kulit kepala maupun tubuh juga mungkin dan sulit diprediksi.

Pilihan penanganan: era baru penghambat JAK

Bercak ringan dapat dipantau. Kortikosteroid oles atau suntik dan terapi lain dipilih berdasarkan usia serta luas kerontokan. Perkembangan terbaru yang cukup signifikan adalah penghambat JAK (seperti baricitinib yang disetujui FDA pada 2022 dan ritlecitinib pada 2023)—obat ini bekerja memblokir jalur sinyal JAK-STAT yang menjadi penghubung utama sinyal inflamasi penyerang folikel, dan pada kasus alopecia areata sedang-berat menunjukkan efikasi serta profil keamanan yang cukup baik dalam berbagai studi, meski tetap memerlukan pengawasan ketat karena menekan sebagian sistem imun secara luas. Tidak ada terapi yang menjamin rambut tidak akan rontok kembali, dan suplemen hanya membantu bila terbukti ada kekurangan.

Perlindungan dan kesehatan mental

Lindungi area tanpa rambut dengan tabir surya, topi, atau penutup kepala; kacamata membantu bila bulu mata berkurang. Wig atau kosmetik adalah pilihan pribadi. Dampak emosionalnya nyata, sehingga dukungan keluarga, komunitas, atau tenaga kesehatan mental dapat menjadi bagian perawatan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIAMS, NIAMS — Diagnosis dan terapi, From mechanisms to therapies: alopecia areata immunopathology (PMC), Janus kinase inhibitors for alopecia areata: review of clinical data (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.