Beranda/Saraf dan Otak/Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Saraf Tangan

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

CTS terjadi ketika saraf median tertekan di terowongan sempit pergelangan. Kesemutan, kebas, rasa terbakar, atau nyeri biasanya mengenai ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sisi jari manis—bukan kelingking.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Mengapa terowongan sempit di pergelangan jadi titik masalah

CTS adalah neuropati jepitan paling umum, memengaruhi sekitar 3-5,8% populasi dewasa, lebih sering pada perempuan usia 40-60 tahun. Terowongan karpal adalah lorong sempit di pergelangan tangan yang dibatasi tulang di tiga sisi dan ligamen kaku di sisi keempat—struktur tegas yang tidak bisa melebar meski isinya membengkak. Saraf median berjalan melalui lorong sempit inilah bersama beberapa tendon, sehingga pembengkakan sekecil apa pun di dalam terowongan (akibat kehamilan, penggunaan tangan berulang, atau retensi cairan) langsung menekan saraf karena tidak ada ruang untuk mengembang.

Tekanan yang terus-menerus ini pertama-tama mengganggu suplai darah kecil ke saraf (iskemia lokal), menyebabkan kesemutan dan kebas yang sering hilang timbul di awal—biasanya paling terasa malam hari karena posisi pergelangan saat tidur cenderung menekuk dan menyempitkan lorong lebih jauh. Bila tekanan berlanjut tanpa penanganan, kerusakan dapat berkembang dari gangguan fungsi sementara menjadi kerusakan struktural saraf yang permanen—itulah mengapa kelemahan genggaman atau otot yang mengecil menandakan kompresi sudah berlangsung cukup lama dan pemulihan penuh menjadi kurang pasti.

Gejala

Keluhan sering membangunkan malam, muncul saat memegang ponsel atau berkendara, dan membaik setelah menggoyang tangan. Lama-kelamaan genggaman melemah, benda terjatuh, atau otot pangkal ibu jari mengecil. Nyeri leher, neuropati diabetes, dan saraf siku dapat menyerupai.

Kelemahan baru jangan ditundaTemui dokter segera bila kebas menetap, ibu jari melemah, otot mengecil, atau sering menjatuhkan benda. Ke IGD bila kebas tangan muncul mendadak bersama wajah mencong, bicara pelo, kelemahan satu sisi, nyeri dada, atau cedera berat.

Faktor risiko dan diagnosis

Kehamilan, diabetes, hipotiroid, artritis, obesitas, cedera, dan pekerjaan dengan getaran atau posisi pergelangan berulang meningkatkan risiko. Pemeriksaan klinis utama; studi konduksi saraf atau USG membantu kasus tidak khas, berat, atau sebelum operasi. Tes darah dipilih sesuai dugaan.

Perawatan awal

Splint yang menjaga pergelangan netral saat malam, penyesuaian aktivitas dan ergonomi, serta jeda dapat membantu. NSAID mungkin meredakan nyeri sementara tetapi tidak menghilangkan tekanan saraf dan memiliki risiko. Latihan saraf sebaiknya diarahkan bila tidak memperburuk gejala.

Suntikan dan operasi

Suntikan steroid dapat memberi perbaikan sementara dan membantu diagnosis, tetapi gejala dapat kembali. Operasi pelepasan carpal tunnel dipertimbangkan bila gejala menetap, kelemahan atau atrofi, atau tes menunjukkan kerusakan saraf. Pemulihan sensasi lebih tidak pasti bila kompresi sudah lama.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIAMS, Carpal Tunnel Syndrome: A Comprehensive Review (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.