Penyebab umum
Balanitis menimbulkan merah, nyeri, gatal, bau atau cairan dan dapat terkait sabun, kelembapan, diabetes, jamur atau bakteri. Gesekan seksual, alergi kondom atau pelumas, gigitan, edema tubuh dan STI juga mungkin. Benjolan atau luka tidak selalu STI, tetapi pemeriksaan diperlukan bila ada pasangan baru, seks tanpa kondom, discharge atau ulkus.
Kenali keadaan darurat
Paraphimosis terjadi ketika kulup yang ditarik tidak dapat kembali menutup kepala penis, membentuk cincin ketat dan bengkak. Priapism adalah ereksi nyeri menetap tanpa rangsangan. Bunyi patah saat ereksi dengan memar cepat mengarah ke penile fracture. Nyeri berat, bau busuk, demam dan kulit keunguan dapat menandakan Fournier gangrene.
Pemeriksaan dan terapi
Dokter menilai kulup, aliran darah, trauma, hernia dan testis; urine, swab atau tes STI dilakukan sesuai risiko. Terapi dapat berupa menghilangkan iritan, antijamur atau antibiotik yang tepat, kontrol diabetes, reduksi paraphimosis atau operasi. Jangan memaksa kulup, menusuk bengkak, memijat trauma atau memakai krim steroid-antijamur kombinasi tanpa diagnosis.
Perawatan sementara
Cuci dengan air hangat, keringkan perlahan dan hindari sabun wangi, antiseptik serta hubungan seksual sampai penyebab jelas. Kompres dingin berlapis dapat membantu trauma ringan, tetapi jangan menunda pemeriksaan. Gunakan kondom setelah aman dan lakukan tes bersama pasangan bila STI dicurigai. Bengkak berulang perlu menilai phimosis, diabetes dan penyakit kulit.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS — balanitis, NHS — priapism. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



