Beranda/Jantung dan Pembuluh Darah/Arteriosklerosis dan Aterosklerosis

Pembuluh Darah

Arteriosklerosis dan Aterosklerosis

Arteriosklerosis adalah istilah luas untuk penebalan dan kekakuan arteri. Aterosklerosis adalah jenis yang paling dikenal, ketika plak berisi kolesterol dan bahan lain menumpuk di dinding arteri dan dapat menghambat aliran darah atau pecah membentuk bekuan.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Arteriosklerosis dan Aterosklerosis

Mengapa dua istilah ini sering tertukar

Arteriosklerosis adalah istilah umum untuk arteri yang mengeras dan kehilangan kelenturannya, sementara aterosklerosis adalah salah satu jenis arteriosklerosis yang paling dikenal, ditandai penumpukan plak berisi kolesterol dan sel radang di lapisan dalam dinding arteri. Perbedaan mekanismenya penting: aterosklerosis melibatkan peradangan aktif dan endapan lemak yang dapat menyumbat atau pecah, sedangkan bentuk arteriosklerosis lain seperti Monckeberg (penumpukan kalsium di lapisan tengah dinding arteri, sering terkait diabetes dan penyakit ginjal) membuat dinding arteri kaku tanpa menyumbat rongga pembuluh darah — pembuluh tetap terbuka tetapi kehilangan kelenturannya untuk mengembang dan mengempis mengikuti detak jantung.

Perbedaan ini menjelaskan mengapa kedua kondisi memerlukan pendekatan berbeda: risiko utama aterosklerosis adalah penyumbatan mendadak akibat plak yang pecah, sehingga pencegahannya berfokus pada menurunkan kolesterol dan peradangan, sementara arteriosklerosis akibat kalsifikasi medial lebih berkaitan dengan pengendalian penyakit ginjal kronis dan metabolisme kalsium-fosfat yang mendasarinya.

Dampaknya tergantung lokasi

Plak di arteri jantung menyebabkan angina atau serangan jantung; di leher atau otak dapat menyebabkan TIA atau stroke; di kaki menimbulkan nyeri saat berjalan dan luka sulit sembuh; di ginjal atau usus dapat mengganggu fungsi organ. Penyakit sering tidak bergejala sampai penyempitan berat atau plak pecah.

Sumbatan akut membutuhkan menit, bukan hariHubungi darurat untuk nyeri dada, wajah mencong atau lemah satu sisi, bicara pelo, tungkai mendadak pucat-dingin dan sangat nyeri, atau nyeri perut hebat mendadak. Jangan menunggu gejala hilang.

Faktor risiko

Merokok, tekanan darah tinggi, LDL tinggi, diabetes, penyakit ginjal, kurang aktivitas, obesitas, usia, dan riwayat keluarga berperan. Risiko harus dinilai secara keseluruhan, bukan hanya satu angka kolesterol. Paparan asap rokok dan rokok elektronik juga bukan pilihan aman bagi pembuluh darah.

Pemeriksaan

Dokter menilai tekanan darah, gula, profil lipid, fungsi ginjal, denyut dan aliran darah. EKG, ankle-brachial index, ultrasound, CT, angiografi, atau tes lain dipilih berdasarkan lokasi dan gejala. Skrining pencitraan pada orang tanpa gejala tidak selalu bermanfaat.

Mengurangi risiko

Berhenti merokok, pola makan kaya sayur, buah, kacang dan biji utuh, aktivitas yang aman, tidur cukup, serta pengendalian tekanan, diabetes, dan kolesterol memperlambat penyakit. Statin dan obat lain digunakan berdasarkan risiko. Aspirin tidak cocok untuk pencegahan rutin semua orang karena dapat menyebabkan perdarahan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHLBI, NHLBI — pengobatan, PMC — arteriosclerosis vs atherosclerosis vs Monckeberg sclerosis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.