Pembuluh Darah

Arteritis Takayasu

Arteritis Takayasu adalah vaskulitis langka yang meradang pada aorta dan cabang-cabang utamanya. Dinding pembuluh dapat menebal, menyempit, tersumbat, atau membentuk aneurisma sehingga aliran darah ke organ dan anggota tubuh berkurang.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Arteritis Takayasu

Mengapa sistem imun menyerang pembuluh darah sendiri

Pada arteritis Takayasu, sel dendritik di dinding aorta secara keliru mengenali jaringan pembuluh darah sendiri sebagai ancaman dan mengaktifkan sel T serta makrofag untuk menyerangnya, membentuk kelompok sel radang (granuloma) yang merusak lapisan dinding arteri secara bertahap dari luar ke dalam. Proses peradangan kronis ini membuat dinding pembuluh menebal dengan jaringan parut, yang kemudian dapat menyempitkan, menyumbat, atau justru melemahkan dan melebarkan pembuluh menjadi aneurisma tergantung bagian mana yang paling terdampak.

Karena mekanismenya bergantung pada sel T yang salah arah, bukan infeksi atau kerusakan mekanis, penyakit ini paling sering menyerang perempuan muda usia 20-40 tahun terutama di Asia — pola demografis yang khas untuk penyakit autoimun. Sifat peradangan yang "diam-diam" tanpa selalu menaikkan penanda radang dalam darah inilah yang membuat penyakit ini sering terlambat terdiagnosis, kadang baru ditemukan setelah penyempitan pembuluh sudah cukup parah untuk menyebabkan gejala seperti nadi lemah atau perbedaan tekanan darah antar lengan.

Gejala awal dan lanjut

Fase awal dapat berupa demam ringan, keringat malam, lelah, nyeri otot, dan berat badan turun. Kemudian dapat muncul lengan cepat lelah atau nyeri saat digunakan, nadi lemah, perbedaan tekanan darah antar-lengan, pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri dada, sesak, atau tekanan darah tinggi.

Tanda kekurangan aliran darahKe IGD untuk gejala stroke, nyeri dada atau punggung mendadak hebat, pingsan, sesak berat, kehilangan penglihatan mendadak, atau anggota tubuh mendadak dingin, pucat, lemah, dan sangat nyeri.

Diagnosis

Tidak ada satu tes penentu. Dokter menggabungkan pemeriksaan nadi dan tekanan di beberapa anggota tubuh, ESR atau CRP, serta pencitraan pembuluh seperti CTA, MRA, ultrasound Doppler, atau PET. Penanda radang dapat normal meski penyakit aktif, sehingga gejala dan pencitraan perlu dinilai bersama.

Mengendalikan peradangan

Kortikosteroid sering digunakan untuk induksi remisi, lalu obat penekan imun seperti methotrexate, azathioprine, mycophenolate, atau biologik dipilih oleh reumatolog sesuai penyakit. Tekanan darah dan risiko kardiovaskular harus dikendalikan; vaksinasi dan skrining infeksi penting sebelum sebagian terapi.

Tindakan pembuluh

Angioplasti, stent, atau operasi bypass dapat diperlukan untuk penyempitan berat, aneurisma, atau kerusakan katup. Bila memungkinkan, tindakan direncanakan saat peradangan terkendali karena risiko penyempitan ulang lebih tinggi ketika penyakit aktif. Pemantauan jangka panjang tetap perlu saat gejala tenang.

Mencari bantuan di IndonesiaGunakan lengan yang direkomendasikan tim untuk pemantauan tekanan karena penyempitan arteri dapat membuat angka satu lengan menyesatkan. Jangan mengubah obat tekanan darah atau steroid sendiri.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Vasculitis Foundation, Vasculitis Foundation — panduan, PMC — vasculitogenic T cells in large vessel vasculitis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.