Mengapa sistem imun menyerang pembuluh darah sendiri
Pada arteritis Takayasu, sel dendritik di dinding aorta secara keliru mengenali jaringan pembuluh darah sendiri sebagai ancaman dan mengaktifkan sel T serta makrofag untuk menyerangnya, membentuk kelompok sel radang (granuloma) yang merusak lapisan dinding arteri secara bertahap dari luar ke dalam. Proses peradangan kronis ini membuat dinding pembuluh menebal dengan jaringan parut, yang kemudian dapat menyempitkan, menyumbat, atau justru melemahkan dan melebarkan pembuluh menjadi aneurisma tergantung bagian mana yang paling terdampak.
Karena mekanismenya bergantung pada sel T yang salah arah, bukan infeksi atau kerusakan mekanis, penyakit ini paling sering menyerang perempuan muda usia 20-40 tahun terutama di Asia — pola demografis yang khas untuk penyakit autoimun. Sifat peradangan yang "diam-diam" tanpa selalu menaikkan penanda radang dalam darah inilah yang membuat penyakit ini sering terlambat terdiagnosis, kadang baru ditemukan setelah penyempitan pembuluh sudah cukup parah untuk menyebabkan gejala seperti nadi lemah atau perbedaan tekanan darah antar lengan.
Gejala awal dan lanjut
Fase awal dapat berupa demam ringan, keringat malam, lelah, nyeri otot, dan berat badan turun. Kemudian dapat muncul lengan cepat lelah atau nyeri saat digunakan, nadi lemah, perbedaan tekanan darah antar-lengan, pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri dada, sesak, atau tekanan darah tinggi.
Diagnosis
Tidak ada satu tes penentu. Dokter menggabungkan pemeriksaan nadi dan tekanan di beberapa anggota tubuh, ESR atau CRP, serta pencitraan pembuluh seperti CTA, MRA, ultrasound Doppler, atau PET. Penanda radang dapat normal meski penyakit aktif, sehingga gejala dan pencitraan perlu dinilai bersama.
Mengendalikan peradangan
Kortikosteroid sering digunakan untuk induksi remisi, lalu obat penekan imun seperti methotrexate, azathioprine, mycophenolate, atau biologik dipilih oleh reumatolog sesuai penyakit. Tekanan darah dan risiko kardiovaskular harus dikendalikan; vaksinasi dan skrining infeksi penting sebelum sebagian terapi.
Tindakan pembuluh
Angioplasti, stent, atau operasi bypass dapat diperlukan untuk penyempitan berat, aneurisma, atau kerusakan katup. Bila memungkinkan, tindakan direncanakan saat peradangan terkendali karena risiko penyempitan ulang lebih tinggi ketika penyakit aktif. Pemantauan jangka panjang tetap perlu saat gejala tenang.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada Vasculitis Foundation, Vasculitis Foundation — panduan, PMC — vasculitogenic T cells in large vessel vasculitis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



