Jantung

Aritmia

Aritmia adalah gangguan pembentukan atau penghantaran sinyal listrik jantung sehingga denyut terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Sebagian tidak berbahaya, tetapi sebagian meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, atau henti jantung.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Aritmia

Mengapa ada tiga cara berbeda jantung bisa salah berirama

Detak jantung normal dimulai dari nodus sinus, sekelompok sel pemacu alami yang menembakkan sinyal listrik secara teratur. Aritmia dapat muncul lewat tiga mekanisme dasar yang berbeda: pertama, sel di luar nodus sinus tiba-tiba ikut menembakkan sinyal sendiri (automatisitas abnormal); kedua, sinyal listrik tersangkut berputar dalam sebuah sirkuit kecil di jaringan jantung yang rusak dan terus memicu detak berulang (reentry, penyebab tersering aritmia dan biasanya terkait kerusakan struktural jantung); ketiga, sel jantung memicu sinyal tambahan sebagai respons terlambat dari sinyal sebelumnya (aktivitas terpicu).

Perbedaan mekanisme ini bukan sekadar detail teknis: aritmia akibat automatisitas atau aktivitas terpicu dapat muncul pada jantung yang strukturnya normal (misalnya dipicu kafein atau ketidakseimbangan elektrolit), sedangkan aritmia reentry biasanya membutuhkan jalan pintas listrik yang terbentuk akibat jaringan parut atau kelainan struktural jantung. Inilah mengapa pemeriksaan aritmia tidak berhenti pada EKG semata — mencari penyebab struktural yang mendasari sama pentingnya dengan mengenali jenis iramanya.

Gejala

Jantung berdebar, terasa melompat atau berhenti sesaat, denyut cepat, lemah, sesak, nyeri dada, pusing, hampir pingsan, atau pingsan dapat terjadi. Tidak adanya gejala tidak menjamin aman; aritmia kadang ditemukan saat pemeriksaan rutin.

Kenali henti jantung dan strokeHubungi darurat bila palpitasi disertai nyeri dada, sesak, pingsan, atau gejala stroke. Jika seseorang tidak sadar dan tidak bernapas normal, mulai CPR dan gunakan AED bila tersedia sambil meminta bantuan.

Jenis dan pemicu

Contohnya fibrilasi atrium, takikardia supraventrikular, bradikardia, serta aritmia ventrikel yang berbahaya. Penyakit jantung, gangguan tiroid, ketidakseimbangan elektrolit, sleep apnea, infeksi, alkohol, stimulan, dan beberapa obat dapat memicu atau memperburuknya.

Menangkap irama

EKG adalah pemeriksaan awal, tetapi episode singkat mungkin memerlukan Holter, event monitor, atau loop recorder. Tes darah, ekokardiografi, uji stres, MRI, tilt table, studi elektrofisiologi, atau tes genetik digunakan sesuai gejala dan riwayat keluarga.

Pengobatan

Terapi bergantung pada jenis dan risiko: observasi, pengendalian pemicu, obat pengatur irama atau denyut, pengencer darah pada fibrilasi atrium tertentu, kardioversi, ablasi kateter, pacemaker, atau ICD. Jangan melakukan manuver vagal atau meminum obat tambahan kecuali sudah diajarkan untuk diagnosis yang tepat.

Mencari bantuan di IndonesiaCatat waktu, durasi, denyut dari perangkat bila ada, aktivitas, minuman energi, dan obat sebelum episode. Data jam pintar membantu tetapi tidak menggantikan EKG klinis.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHLBI — diagnosis, NHLBI — pengobatan, StatPearls — Reentrant Arrhythmias. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.