Beranda/Kesehatan Kulit/Keratosis Pilaris

Kesehatan Kulit

Keratosis Pilaris

Keratosis pilaris menimbulkan bintil kecil kasar seperti kulit ayam ketika keratin menyumbat folikel rambut. Kondisi ini jinak, tidak menular, sering lebih jelas saat kulit kering, dan dapat membaik seiring usia. Perawatan menghaluskan tampilan tetapi tidak memberi penyembuhan permanen.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 6 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Keratosis Pilaris

Sangat umum, dan seringnya diturunkan dalam keluarga

Keratosis pilaris sangat umum, memengaruhi diperkirakan 50–80% remaja dan sekitar 40% orang dewasa, menjadikannya kelainan folikel rambut paling umum pada anak. Sekitar 30–50% penderita memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa, dan penelitian mengaitkannya dengan variasi gen yang sama dengan yang berperan pada sawar kulit (termasuk filaggrin, protein kunci yang juga terlibat pada eksim dan iktiosis).

Mekanismenya berupa produksi keratin berlebih yang tidak terlepas dengan rapi dari folikel rambut, sehingga membentuk sumbatan keras yang menutup muara folikel—kadang menjebak rambut halus di bawahnya sehingga melingkar di dalam folikel alih-alih tumbuh keluar normal. Inilah yang menciptakan tekstur kasar seperti 'kulit ayam' yang khas.

Ciri khas

Bintil sewarna kulit, merah, atau kecokelatan paling sering muncul simetris di lengan atas, paha, bokong, atau pipi. Kulit terasa kasar dan kadang gatal ringan. Nanah, nyeri, luka, kerontokan, penyebaran cepat, atau gejala sistemik bukan pola biasa dan perlu diagnosis lain.

Bintil bernanah atau nyeri bukan keratosis pilaris biasaPeriksa bila muncul demam, merah menyebar, nanah, nyeri, luka, perubahan cepat, atau tidak yakin apakah lesi merupakan folikulitis, eksim, jerawat, atau kondisi lain. Hentikan produk aktif bila terjadi bengkak, lepuh, atau iritasi berat.

Rawat dengan lembut

Mandi singkat dengan air hangat, gunakan pembersih lembut, tepuk kering, lalu oles krim atau salep tebal saat kulit lembap. Menggosok keras, memencet, sikat kasar, dan scrub berlebihan menyebabkan iritasi serta noda pascainflamasi dan tidak mengangkat sumbatan dari dalam.

Bahan aktif

Urea, lactic atau glycolic acid, salicylic acid, dan retinoid topikal dapat membantu bila dimulai perlahan sesuai petunjuk. Hentikan beberapa hari bila perih, pecah, atau merah. Retinoid topikal dihindari saat hamil atau merencanakan kehamilan; anak dan kulit sensitif perlu arahan tenaga kesehatan.

Harapan realistis

Perbaikan memerlukan beberapa minggu dan pemeliharaan berkala karena bintil dapat kembali. Bercukur atau waxing dapat memperburuk pada sebagian orang. Dokter kulit dapat memastikan diagnosis, menyesuaikan kadar, mengobati dermatitis, atau mempertimbangkan laser untuk kemerahan atau rambut tertentu.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada American Academy of Dermatology, A Narrative Review on Treatment of Keratosis Pilaris (PMC). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.