Beranda/Kesehatan Perempuan/Polip Rahim (Polip Endometrium)

Rahim dan Menstruasi

Polip Rahim (Polip Endometrium)

Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan dari lapisan dalam rahim. Sebagian besar jinak, tetapi polip yang menimbulkan perdarahan—terutama setelah menopause—perlu dinilai karena sebagian kecil mengandung perubahan prakanker atau kanker. Polip berbeda dari fibroid yang berasal dari otot rahim.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 20 Agustus 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Polip Rahim (Polip Endometrium)

Gejala tidak selalu ada

Polip dapat tunggal atau banyak, bertangkai atau melebar, dan ukurannya bervariasi. Keluhan meliputi flek di antara haid, menstruasi tidak teratur/berat, darah setelah hubungan seksual atau setelah menopause. Sebagian ditemukan saat evaluasi sulit hamil. Usia perimenopause/postmenopause, obesitas, hipertensi dan tamoxifen berkaitan dengan risiko, tetapi gejala tidak dapat memastikan diagnosis.

Melihat rongga rahim

Ultrasound transvaginal sering menjadi pemeriksaan awal. Saline infusion sonography membuat rongga lebih jelas, sedangkan hysteroscopy memasukkan kamera tipis melalui serviks untuk melihat dan sekaligus mengangkat polip. Biopsi endometrium yang dilakukan tanpa melihat dapat melewatkan lesi fokal; jaringan hasil pengangkatan diperiksa patologi untuk memastikan jinak.

Perdarahan setelah menopause selalu perlu diperiksaBuat janji segera untuk darah setelah menopause, flek berulang antarmenstruasi atau setelah hubungan seksual. Ke IGD bila darah membasahi satu pembalut per jam berulang, keluar bekuan besar dengan pusing/pingsan, sesak, nyeri hebat, demam, atau ada kemungkinan hamil.

Observasi atau pengangkatan

Polip kecil tanpa gejala pada orang premenopause dapat dipantau setelah penilaian risiko. Hysteroscopic polypectomy biasanya dianjurkan bila ada perdarahan, pascamenopause, infertilitas tertentu, tamoxifen, ukuran/penampilan mencurigakan atau risiko kanker. Kuretase buta saja kurang akurat daripada pengangkatan dengan panduan kamera. Polip dapat kambuh meski telah diangkat.

Setelah prosedur

Kram dan flek ringan singkat dapat terjadi. Ikuti larangan memasukkan sesuatu ke vagina dan jadwal kontrol dari klinisi; hasil patologi menentukan langkah berikutnya. Terapi hormon mungkin membantu pola perdarahan pada keadaan tertentu tetapi tidak selalu menghilangkan polip. Jangan mengobati perdarahan pascamenopause dengan jamu atau hormon tanpa evaluasi.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada ACOG — hysteroscopy, ACOG — abnormal uterine bleeding. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.