Mengapa mastitis yang tidak tuntas bisa berubah menjadi abses dalam waktu singkat
Mastitis pada masa menyusui bermula dari penumpukan ASI yang tidak keluar lancar (stasis) sehingga saluran dan kelenjar susu membengkak dan meradang; bila ada luka kecil di puting sebagai jalan masuk bakteri (paling sering Staphylococcus aureus), peradangan ini bisa berkembang menjadi infeksi bakteri sungguhan. Bila infeksi ini tidak tertangani tuntas—baik karena antibiotik tidak sesuai atau ASI tetap tidak dikeluarkan dengan baik—nanah dapat mulai terkumpul dan membentuk kantong tertutup (abses) dalam waktu relatif singkat, terjadi pada sekitar 5-11% kasus mastitis yang tidak ditangani secara memadai.
Inilah sebabnya tetap menyusui atau memerah ASI dari payudara yang terkena selama pengobatan justru dianjurkan pada kebanyakan kasus, bukan dihindari—mengosongkan payudara membantu mencegah penumpukan yang memicu abses. Pada kasus di luar masa menyusui, abses payudara memerlukan kewaspadaan berbeda: sekitar 4% abses payudara pada kondisi ini ternyata menyembunyikan kanker payudara di balik dinding abses, sehingga biopsi atau pemeriksaan pencitraan tambahan sering dianjurkan setelah abses diobati, terutama pada perempuan di atas 35 tahun atau dengan faktor risiko kanker payudara lain.
Gejala dan pemeriksaan
Benjolan atau bengkak yang nyeri, kulit hangat atau merah, demam, dan rasa tidak enak badan dapat terjadi. USG membantu membedakan abses dari peradangan lain dan memandu pengeluaran nanah.
Pengobatan
Nanah dapat dikeluarkan dengan jarum, kadang berulang, atau melalui sayatan kecil dengan anestesi lokal. Antibiotik diberikan sesuai keadaan dan kemungkinan kuman. Jangan memencet atau menusuk benjolan sendiri.
Menyusui
Pada banyak kasus, menyusui dari kedua payudara atau memerah ASI dapat dilanjutkan dan membantu pengosongan payudara. Mintalah arahan tenaga kesehatan bila luka, posisi drain, rasa sakit, atau obat menimbulkan kekhawatiran.
Bila tidak menyusui
Abses juga dapat terjadi di luar masa menyusui. Benjolan baru, infeksi yang berulang, cairan berdarah, perubahan puting, atau tidak membaik setelah terapi perlu evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebab lain.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, StatPearls — Breast Abscess. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



