Kesehatan Payudara

Kista Payudara

Kista payudara adalah kantong berisi cairan yang umumnya jinak dan paling sering pada usia 35 hingga sekitar menopause. Kista sederhana tidak meningkatkan risiko kanker payudara, tetapi rasa dan tampilan saja tidak dapat memastikan jenis benjolan sehingga setiap benjolan baru atau perubahan menetap perlu dinilai.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Kista Payudara

Mengapa ukurannya naik-turun mengikuti siklus haid, dan mengapa sering terisi lagi setelah disedot

Kista payudara terbentuk ketika kelenjar kecil penghasil susu (lobulus) mengalami perubahan akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang naik-turun sepanjang siklus haid—jaringan di sekitar lobulus menebal dan saluran kecil di dekatnya melemah, membuat sebagian jaringan kelenjar terisolasi dan membentuk kantong tertutup yang terus diisi cairan oleh sel-sel di dindingnya. Karena hormon estrogen dan progesteron inilah yang mendorong pembentukan dan pengisian cairan kista, ukurannya wajar naik-turun mengikuti siklus—biasanya membesar dan terasa lebih nyeri menjelang haid saat kadar hormon sedang tinggi, lalu mengecil setelahnya.

Pola hormonal ini juga menjelaskan mengapa kista payudara paling sering muncul pada perempuan usia 40-50 tahun menjelang menopause, periode ketika kadar hormon berfluktuasi paling tidak stabil. Ini juga menjelaskan mengapa kista yang sudah disedot dengan jarum (aspirasi) sering terisi cairan kembali di kemudian hari: menyedot cairan hanya mengosongkan kista untuk sementara, tetapi tidak menghilangkan dinding kista maupun lingkungan hormonal yang mendorong dinding tersebut terus memproduksi cairan baru. Inilah sebabnya kista yang terus-menerus terisi kembali kadang memerlukan pertimbangan terapi hormonal atau pengangkatan, bukan sekadar disedot berulang kali.

Ciri dan perubahan

Kista dapat terasa bulat, licin, mudah digerakkan, tegang atau lunak, serta nyeri menjelang haid. Ukuran dapat berubah dan muncul lebih dari satu atau di kedua payudara. Benjolan kanker juga bisa terasa halus, sedangkan kista bisa keras, jadi pemeriksaan tangan tidak cukup.

Benjolan baru harus dinilai, terutama dengan perubahan kulitSegera periksa benjolan yang menetap atau membesar, kulit tertarik atau seperti kulit jeruk, puting baru masuk, cairan berdarah, kemerahan dan demam, kelenjar ketiak, atau perubahan saat hamil atau menyusui. Jangan menunggu siklus bila ada tanda tersebut.

Pemeriksaan

Usia, kehamilan, riwayat keluarga, pemeriksaan klinis, serta pencitraan menentukan langkah. USG membedakan cairan dan padat; mammografi digunakan sesuai usia dan risiko. Kista sederhana biasanya tidak perlu biopsi, sedangkan komponen padat, dinding tebal, aliran darah, atau temuan tidak selaras memerlukan evaluasi lanjut.

Aspirasi dan tindak lanjut

Kista besar atau nyeri dapat disedot dengan jarum untuk meredakan dan memastikan benjolan hilang. Cairan tidak berdarah yang disertai benjolan menghilang sering tidak perlu tes. Cairan berdarah, benjolan tersisa, cepat terisi kembali, atau pencitraan kompleks memerlukan analisis, biopsi, atau rujukan.

Perawatan dan skrining

Bra penopang, kompres hangat atau dingin, dan pereda nyeri yang aman membantu. Jangan menusuk atau memijat keras. Kista dapat kambuh dan tidak selalu dapat dicegah. Tetap ikuti skrining payudara berbasis usia dan risiko; kista tidak melindungi dari kanker yang terpisah.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Breast Cancer Now, StatPearls — Breast Cyst. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.