Kehamilan dan Persalinan

Hamil Kembar

Kehamilan kembar memerlukan pemantauan lebih sering karena risiko prematur dan komplikasi ibu maupun janin lebih tinggi. Hal terpenting pada USG awal adalah menentukan apakah bayi berbagi plasenta dan kantung ketuban.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20263 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Hamil Kembar

Mengapa waktu pembelahan embrio menentukan risiko kembar identik

Sekitar 40% kehamilan kembar bersifat identik (monozigotik), dan yang menentukan apakah mereka akan berbagi plasenta bukanlah faktor keturunan, melainkan murni waktu embrio membelah menjadi dua. Jika pembelahan terjadi sangat dini (dalam 3 hari pertama setelah pembuahan), setiap embrio sudah membentuk lapisan korion sendiri-sendiri sebelum membelah, sehingga kedua bayi memiliki plasenta dan kantung ketuban terpisah—kondisi paling aman di antara kembar identik.

Namun bila pembelahan terjadi lebih lambat (hari ke-4 hingga ke-8), korion sudah lebih dulu terbentuk sebagai satu kesatuan sebelum embrio membelah, sehingga kedua janin terpaksa berbagi satu plasenta meski kantung ketuban masih terpisah—inilah yang menciptakan risiko sindrom transfusi kembar-ke-kembar (TTTS), karena pembuluh darah di plasenta yang dibagi bersama itu dapat saling terhubung secara tidak seimbang antara kedua janin. Memahami mekanisme waktu ini menjelaskan mengapa langkah pertama dan terpenting pada USG awal kehamilan kembar adalah menentukan korionisitas—bukan sekadar mengonfirmasi jumlah bayi, karena hasil pemeriksaan itulah yang menentukan seberapa ketat pemantauan yang diperlukan sepanjang kehamilan.

Jenis kembar memengaruhi risiko

Kembar fraternal berasal dari dua sel telur dan umumnya memiliki plasenta serta kantung terpisah. Kembar identik berasal dari satu embrio yang membelah dan dapat berbagi plasenta atau kantung. Kembar yang berbagi plasenta memerlukan surveilans khusus untuk TTTS dan ketidakseimbangan pertumbuhan.

Gerak berkurang atau tanda preeklamsia perlu dinilai segeraHubungi unit bersalin sekarang bila gerak salah satu atau kedua bayi berkurang, perdarahan, air ketuban keluar, kontraksi prematur, sesak mendadak, sakit kepala berat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, bengkak cepat, atau kejang.

Kontrol lebih intensif

Jadwal USG menilai pertumbuhan, cairan, aliran darah, serviks, dan komplikasi sesuai korionisitas. Ibu dipantau untuk anemia, diabetes gestasional, hipertensi, dan preeklamsia. Kebutuhan energi, protein, zat besi, folat, dan kenaikan berat ditetapkan individual.

Prematur adalah risiko utama

Kontraksi dini, ketuban pecah, dan kelahiran sebelum 37 minggu lebih sering. Kenali kontraksi teratur, tekanan panggul, nyeri punggung baru, perubahan cairan, atau perdarahan. Steroid pematangan paru dan perawatan lain diberikan bila risiko lahir prematur memenuhi kriteria.

Rencana persalinan

Waktu dan cara lahir bergantung pada jumlah bayi, plasenta, posisi bayi pertama, pertumbuhan, komplikasi, fasilitas, dan pengalaman tim. Sebagian kembar dapat lahir vaginal; lainnya lebih aman dengan sesar. Rencana mencakup kemungkinan perubahan mendadak dan dukungan neonatal.

Mencari bantuan di IndonesiaBawa buku KIA dan laporan USG yang mencantumkan korionisitas serta amnionisitas. Rencanakan persalinan di fasilitas yang mampu menangani ibu berisiko dan dua bayi baru lahir.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada ACOG, Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (StatPearls). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.