Beranda/Kehamilan dan Reproduksi/Hamil Anggur (Kehamilan Molar)

Kehamilan dan Persalinan

Hamil Anggur (Kehamilan Molar)

Hamil anggur adalah kehamilan abnormal akibat masalah saat pembuahan sehingga jaringan plasenta tumbuh tidak normal. Pada mola lengkap tidak ada janin; pada mola parsial jaringan janin dapat terbentuk tetapi tidak dapat berkembang menjadi bayi yang bertahan hidup.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Hamil Anggur (Kehamilan Molar)

Mengapa mola lengkap sama sekali tidak memiliki janin

Mola hidatidosa lengkap terjadi lewat kesalahan pembuahan yang sangat spesifik: sel telur yang 'kosong' (tidak membawa materi genetik ibu sama sekali) dibuahi oleh sperma, yang kemudian menggandakan dirinya sendiri di dalam sel telur kosong itu—sekitar 85-90% kasus terjadi lewat mekanisme ini, sisanya lewat pembuahan oleh dua sperma sekaligus. Hasilnya adalah jaringan dengan materi genetik seluruhnya berasal dari ayah, tanpa kontribusi genetik ibu sama sekali.

Karena perkembangan embrio normal memerlukan kombinasi seimbang materi genetik dari kedua orang tua (proses yang disebut genomic imprinting), jaringan yang seluruhnya berasal dari ayah ini tidak pernah bisa membentuk embrio—yang berkembang justru jaringan plasenta (trofoblas) yang tumbuh berlebihan dan tidak terkendali, membentuk gambaran menyerupai gerombolan buah anggur pada USG. Ini menjelaskan secara tepat mengapa mola lengkap sama sekali tidak memiliki janin sejak awal, bukan janin yang gagal berkembang di tengah jalan seperti pada keguguran biasa.

Gejala dan diagnosis

Sebagian ditemukan pada USG awal tanpa gejala. Perdarahan atau cairan gelap, mual-muntah berat, rahim lebih besar dari usia kehamilan, tekanan darah tinggi dini, atau kadar hCG sangat tinggi dapat terjadi. USG, hCG, dan pemeriksaan jaringan setelah evakuasi mengonfirmasi diagnosis.

Perdarahan dan komplikasi kehamilan perlu tindakanKe IGD bila pembalut penuh cepat, pingsan, nyeri perut berat, sesak, nyeri dada, batuk darah, sakit kepala hebat, pandangan kabur, tekanan darah sangat tinggi, muntah hingga tidak mampu minum, atau demam.

Penanganan

Kehamilan molar tidak dapat dilanjutkan. Pengosongan rahim dengan prosedur isap umumnya dipilih, dengan persiapan darah dan penanganan komplikasi sesuai kondisi. Jaringan dikirim ke patologi; tindakan harus dilakukan oleh layanan kebidanan-ginekologi.

Pemantauan hCG wajib

Setelah tindakan, hCG darah atau urine diperiksa sampai normal dan selama periode yang ditentukan pusat rujukan. Kadar yang menetap atau naik dapat berarti penyakit trofoblastik gestasional yang membutuhkan penilaian dan kadang kemoterapi, yang umumnya sangat efektif.

Kontrasepsi dan dukungan

Gunakan kontrasepsi selama pemantauan agar kehamilan baru tidak menyulitkan interpretasi hCG dan tunggu izin tim sebelum mencoba lagi. Kejadian ini bukan kesalahan orang tua dan biasanya tidak menghilangkan peluang kehamilan sehat berikutnya; dukungan kehilangan kehamilan penting.

Mencari bantuan di IndonesiaMinta rujukan SpOG dan pastikan ada jadwal hCG tertulis setelah tindakan. Simpan hasil patologi dan semua tren hCG; jangan berhenti kontrol hanya karena perdarahan sudah berhenti.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, Hydatidiform Mole (StatPearls), A Genetic Review of Complete and Partial Hydatidiform Moles (Mayo Clinic Proceedings). Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.