Mengapa sakit tenggorokan akibat strep perlu antibiotik meski sembuh sendiri
Kebanyakan sakit tenggorokan akibat virus akan sembuh sendiri tanpa efek jangka panjang. Namun bakteri Streptococcus grup A memiliki struktur protein permukaan (protein M) yang secara kebetulan sangat mirip dengan protein yang ditemukan di jaringan jantung, sendi, dan otak manusia. Ketika sistem imun membentuk antibodi untuk melawan bakteri ini, antibodi tersebut dapat salah mengenali jaringan tubuh sendiri sebagai bakteri karena kemiripan struktur tersebut (disebut mimikri molekuler), lalu menyerang jaringan jantung atau sendi sendiri dalam kondisi yang disebut demam rematik.
Inilah mengapa infeksi strep tenggorokan yang tampak seperti sakit tenggorokan biasa dapat berkembang menjadi kerusakan katup jantung permanen berminggu-minggu kemudian bila tidak ditangani — bukan karena bakterinya sendiri merusak jantung, melainkan karena sistem imun yang salah sasaran menyerang jaringan sendiri. Penelitian menemukan antibiotik yang diberikan bahkan hingga 9 hari setelah gejala pertama muncul tetap dapat mencegah reaksi autoimun ini terbentuk, menurunkan risiko demam rematik hingga sekitar 80% — menjelaskan mengapa tes strep dan antibiotik yang tepat waktu penting justru bukan untuk mempercepat sembuh dari tenggorokannya, melainkan mencegah komplikasi jangka panjang yang jauh lebih serius.
Meredakan keluhan
Minum cukup, pilih makanan lembut, berkumur air garam bagi yang mampu tanpa menelan, dan gunakan pereda nyeri sesuai usia serta kondisi. Madu hanya untuk usia di atas 1 tahun.
Virus atau bakteri?
Batuk, pilek, dan suara serak lebih sering menyertai virus. Demam, amandel bernanah, kelenjar leher nyeri, dan tanpa batuk dapat mengarah ke strep, tetapi gejala saja tidak selalu cukup.
Tentang antibiotik
Tes usap tenggorokan dapat membantu menentukan strep. Antibiotik yang tepat mengurangi penularan dan komplikasi; antibiotik sisa atau penggunaan untuk virus tidak membantu dan meningkatkan resistensi.
Mencegah penularan
Cuci tangan, jangan berbagi gelas dan alat makan, tutup batuk, dan tinggal di rumah saat demam atau tidak cukup sehat beraktivitas.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC, AHA Journals — prevention of rheumatic fever. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



