Kesehatan Pria

Spermatokel

Spermatokel adalah kantong berisi cairan yang biasanya jinak dan tumbuh di epididimis, dekat bagian atas atau belakang testis. Semua benjolan skrotum tetap perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 8 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Spermatokel

Mengapa benjolan ini terbentuk, dan mengapa biasanya tidak mengganggu kesuburan

Spermatokel terbentuk ketika saluran kecil di bagian atas epididimis (tempat sperma disimpan dan matang setelah diproduksi testis) mengalami pelebaran akibat penyumbatan sebagian, sehingga cairan berisi sperma, sel darah putih, dan sisa sel menumpuk membentuk kantong kecil berisi cairan. Menariknya, penyumbatan ini biasanya tidak total—penelitian menemukan sperma yang masih bergerak aktif pada sekitar 80% kasus spermatokel, menunjukkan saluran di bagian yang lebih dekat ke testis tetap terbuka meski ada pelebaran di titik penyumbatan.

Karena berisi cairan, dokter dapat menyinari benjolan ini dengan cahaya (transiluminasi) dan cahaya akan tembus—ciri khas yang membantu membedakannya dari benjolan padat yang perlu pemeriksaan lebih lanjut. Lokasinya yang berada di atas testis, terpisah dan dapat digerakkan bebas, juga membedakannya dari hidrokel (penumpukan cairan di sekitar testis itu sendiri). Karena penyumbatan biasanya hanya sebagian dan terjadi jauh dari testis serta jalur utama produksi sperma, spermatokel sendiri jarang mengganggu kesuburan—risiko justru muncul bila tindakan operasi di area epididimis yang padat saluran ini secara tidak sengaja melukai saluran sperma yang sehat di sekitarnya.

Ciri yang sering dirasakan

Spermatokel sering tidak nyeri dan ditemukan tanpa sengaja. Bila membesar, benjolan dapat menimbulkan rasa berat, penuh, atau tidak nyaman pada skrotum.

Nyeri mendadak adalah keadaan daruratNyeri testis yang tiba-tiba dan berat, terutama disertai mual atau posisi testis berubah, dapat disebabkan torsi testis. Pergi ke IGD tanpa menunggu karena jaringan testis dapat rusak dalam hitungan jam.

Mengapa harus diperiksa?

Benjolan skrotum dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Dokter melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin ultrasonografi untuk membedakan kista dari masalah lain, termasuk massa pada testis.

Apakah perlu diobati?

Spermatokel kecil yang tidak mengganggu biasanya cukup dipantau. Obat pereda nyeri dapat membantu keluhan ringan sesuai anjuran dokter. Operasi dipertimbangkan bila ukurannya atau nyerinya mengganggu.

Dampak pada kesuburan

Spermatokel sendiri umumnya tidak menyebabkan infertilitas. Namun, tindakan operasi di sekitar epididimis dapat memengaruhi saluran sperma, sehingga rencana memiliki anak perlu dibicarakan sebelum tindakan.

Mencari bantuan di IndonesiaBenjolan skrotum dapat diperiksa di FKTP dan dirujuk ke dokter urologi bila diperlukan. Jangan mencoba menusuk atau mengeluarkan cairannya sendiri.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Mayo Clinic, Cleveland Clinic — Spermatocele. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.