Mengapa benjolan ini terbentuk, dan mengapa biasanya tidak mengganggu kesuburan
Spermatokel terbentuk ketika saluran kecil di bagian atas epididimis (tempat sperma disimpan dan matang setelah diproduksi testis) mengalami pelebaran akibat penyumbatan sebagian, sehingga cairan berisi sperma, sel darah putih, dan sisa sel menumpuk membentuk kantong kecil berisi cairan. Menariknya, penyumbatan ini biasanya tidak total—penelitian menemukan sperma yang masih bergerak aktif pada sekitar 80% kasus spermatokel, menunjukkan saluran di bagian yang lebih dekat ke testis tetap terbuka meski ada pelebaran di titik penyumbatan.
Karena berisi cairan, dokter dapat menyinari benjolan ini dengan cahaya (transiluminasi) dan cahaya akan tembus—ciri khas yang membantu membedakannya dari benjolan padat yang perlu pemeriksaan lebih lanjut. Lokasinya yang berada di atas testis, terpisah dan dapat digerakkan bebas, juga membedakannya dari hidrokel (penumpukan cairan di sekitar testis itu sendiri). Karena penyumbatan biasanya hanya sebagian dan terjadi jauh dari testis serta jalur utama produksi sperma, spermatokel sendiri jarang mengganggu kesuburan—risiko justru muncul bila tindakan operasi di area epididimis yang padat saluran ini secara tidak sengaja melukai saluran sperma yang sehat di sekitarnya.
Ciri yang sering dirasakan
Spermatokel sering tidak nyeri dan ditemukan tanpa sengaja. Bila membesar, benjolan dapat menimbulkan rasa berat, penuh, atau tidak nyaman pada skrotum.
Mengapa harus diperiksa?
Benjolan skrotum dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Dokter melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin ultrasonografi untuk membedakan kista dari masalah lain, termasuk massa pada testis.
Apakah perlu diobati?
Spermatokel kecil yang tidak mengganggu biasanya cukup dipantau. Obat pereda nyeri dapat membantu keluhan ringan sesuai anjuran dokter. Operasi dipertimbangkan bila ukurannya atau nyerinya mengganggu.
Dampak pada kesuburan
Spermatokel sendiri umumnya tidak menyebabkan infertilitas. Namun, tindakan operasi di sekitar epididimis dapat memengaruhi saluran sperma, sehingga rencana memiliki anak perlu dibicarakan sebelum tindakan.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada Mayo Clinic, Cleveland Clinic — Spermatocele. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



