Beranda/Pencernaan dan Hati/Muntaber (Gastroenteritis Akut)

Pencernaan dan Infeksi

Muntaber (Gastroenteritis Akut)

Muntaber adalah istilah umum untuk muntah dan diare akut, paling sering karena infeksi saluran cerna. Bahaya utama adalah kehilangan cairan dan garam tubuh, terutama pada bayi, lansia, dan orang dengan penyakit kronis.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Muntaber (Gastroenteritis Akut)

Prioritas: mengganti cairan

Gunakan oralit sesuai petunjuk kemasan dan air aman; berikan sedikit tetapi sering dengan sendok atau tegukan, lalu ulang setelah muntah reda. Teruskan ASI dan makanan bergizi yang dapat diterima. Minuman sangat manis, soda, energi, atau racikan garam yang tidak tepat dapat memperburuk gangguan cairan.

Obat

Zinc dianjurkan untuk anak dengan diare sesuai usia dan arahan tenaga kesehatan. Antibiotik tidak rutin karena banyak kasus disebabkan virus; diperlukan hanya pada penyebab tertentu. Jangan memberi obat antidiare dewasa, antiemetik, atau antibiotik kepada anak tanpa penilaian klinis.

Kenali dehidrasi beratKe IGD bila sulit dibangunkan, tidak mampu minum, muntah semua cairan, mata cekung, mulut sangat kering, tidak kencing, tangan-kaki dingin, napas cepat, darah pada tinja, kejang, atau bayi sangat lemas.

Mencegah penularan

Cuci tangan dengan sabun setelah toilet atau mengganti popok dan sebelum menyiapkan makanan. Gunakan air bersih, masak makanan matang, pisahkan alat makan bila memungkinkan, bersihkan permukaan yang terkontaminasi, dan jangan menyiapkan makanan untuk orang lain saat masih sakit.

Kapan diperiksa

Periksa bila diare menetap, ada darah, demam tinggi, nyeri perut terlokalisasi, muntah terus, penyakit penyerta, atau pasien sangat muda atau tua. Dokter menilai hidrasi dan penyebab; cairan infus diperlukan pada dehidrasi berat atau syok.

Mencari bantuan di IndonesiaOralit tersedia di apotek dan fasilitas kesehatan. Catat frekuensi BAB, muntah, minum, dan kencing; bawa anak ke Puskesmas lebih awal bila cairan tidak dapat dipertahankan.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada WHO. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.