Pencernaan dan Infeksi
Disentri (Diare Berdarah)
Disentri adalah sindrom diare berdarah, sering disertai kram, demam, lendir, dan rasa ingin BAB terus. Penyebabnya tidak hanya Shigella; amebiasis, E. coli penghasil toksin, radang usus, dan kondisi lain membutuhkan terapi berbeda.
Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Penyebab harus dibedakan
Shigella sangat mudah menular melalui jalur fekal-oral. Entamoeba histolytica dapat menyebabkan disentri ameba dan abses hati. STEC dapat menyebabkan diare berdarah dan sindrom hemolitik uremik. Riwayat perjalanan, air, makanan, kontak, antibiotik, dan aktivitas seksual membantu penilaian.
Pemeriksaan
Darah pada tinja memerlukan penilaian klinis dan biasanya tes tinja, termasuk kultur atau tes molekuler serta uji toksin sesuai fasilitas. Pemeriksaan darah dan ginjal dibutuhkan bila pasien pucat, urine berkurang, mudah memar, sangat lelah, atau dicurigai HUS.
Diare berdarah harus dinilai hari ituKe IGD bila tidak kencing, pucat, mudah memar, sangat lelah, kesadaran menurun, nyeri perut berat, demam tinggi, muntah terus, dehidrasi, atau pasien bayi, lansia, hamil, maupun imunitas lemah.
Pengobatan
Oralit dan cairan tetap prioritas. Jangan memakai loperamide atau obat yang memperlambat usus pada diare berdarah. Antibiotik hanya setelah pertimbangan penyebab dan resistansi: dapat membantu Shigella berat dan amebiasis memerlukan regimen khusus, tetapi antibiotik pada STEC dapat meningkatkan risiko HUS.
Cegah penyebaran
Cuci tangan dengan sabun, jangan menyiapkan makanan, berenang, atau berbagi handuk saat diare, dan bersihkan toilet. Ikuti aturan fasilitas untuk kembali sekolah atau pekerjaan berisiko makanan; kuman dapat tetap keluar setelah gejala membaik.
Sumber dan catatan editorialInformasi dalam artikel ini merujuk pada CDC - Shigella, CDC - amebiasis. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.

Pencernaan dan InfeksiDiare adalah BAB cair atau lebih sering dari pola normal. Penyebab akut paling sering infeksi virus, keracunan makanan, atau efek obat; ancaman utamanya adalah dehidrasi dan kehilangan elektrolit.
Baca panduan → 
Pencernaan dan InfeksiKebanyakan E. coli hidup normal di usus, tetapi beberapa jenis menyebabkan penyakit. Shiga toxin-producing E. coli atau STEC dapat menimbulkan kram berat, diare berdarah, dan hemolytic uremic syndrome yang merusak ginjal.
Baca panduan → 
Pencernaan dan InfeksiInfeksi saluran pencernaan paling sering menyebabkan diare, muntah, kram perut, dan kadang demam. Penyebabnya beragam; tindakan terpenting pada sebagian besar kasus akut adalah mengganti cairan dan elektrolit, bukan langsung minum antibiotik.
Baca panduan →