Beranda/Pencernaan dan Hati/Infeksi Escherichia coli (E. coli)

Pencernaan dan Infeksi

Infeksi Escherichia coli (E. coli)

Kebanyakan E. coli hidup normal di usus, tetapi beberapa jenis menyebabkan penyakit. Shiga toxin-producing E. coli atau STEC dapat menimbulkan kram berat, diare berdarah, dan hemolytic uremic syndrome yang merusak ginjal.

SehatKita · kurasi berbantuan AIDiperbarui: 7 September 20262 menit

Disusun dengan bantuan Claude dari sumber web. Belum ditinjau oleh tenaga medis. Proses editorial

Ilustrasi editorial untuk artikel Infeksi Escherichia coli (E. coli)

Penularan

Paparan dapat berasal dari daging kurang matang, susu atau jus tidak dipasteurisasi, sayuran dan air tercemar, hewan, serta kontak orang ke orang. Cuci tangan, pisahkan makanan mentah, masak daging benar, hindari susu mentah, dan gunakan air aman.

Gejala dan tes

Diare cair atau berdarah, kram hebat, muntah, dan demam ringan dapat terjadi. Tes tinja mendeteksi bakteri atau Shiga toxin; sebutkan darah pada tinja dan paparan wabah. Tes cepat penting karena pilihan obat untuk STEC berbeda dari E. coli lain.

Tanda HUS adalah keadaan daruratSegera ke IGD bila urine berkurang atau berhenti, pucat, memar tanpa sebab, darah dalam urine, kesadaran menurun, kejang, dehidrasi, atau diare berdarah terutama pada anak kecil.

Perawatan

Rehidrasi adalah dasar dan cairan intravena dini dapat dibutuhkan pada anak dengan STEC. Jangan memakai loperamide pada diare berdarah atau dugaan STEC. Antibiotik tidak diberikan pada STEC karena dapat meningkatkan risiko HUS; jenis E. coli lain dinilai terpisah oleh dokter.

HUS

Beberapa hari setelah diare mulai membaik, pasien dapat menjadi pucat, sangat lelah atau rewel, mudah memar, muncul titik merah, urine berdarah, atau jarang kencing. Ini dapat menandakan penghancuran sel darah, trombosit rendah, dan cedera ginjal yang perlu rawat inap.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC - treatment, CDC - HUS. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.